Psikologi Blogging: Memahami Kebutuhan Mengapa Kita Berbagi Pikiran dan Opini Online

By Carra on March 13, 2023

Hai, Mak! Pernah mendengar tentang psikologi blogging? Psikologi blogging adalah cabang psikologi yang mempelajari perilaku, motivasi, emosi, dan pengaruh sosial dalam konteks kegiatan blogging.

Terkait dengan hal tersebut, bolehkah saya bertanya, Mak? Apa sih yang mendorong Emak akhirnya membuat blog pertama kalinya? Apa yang membuat Emak akhirnya juga bertahan hingga saat ini?

Ingin pengin cerita pengalaman? Menuangkan ilmu yang dimiliki? Mau ngomentarin sesuatu? Ingin menuangkan imajinasi, unek-unek, opini, apa pun yang ada di otak?

Berarti apa pun alasannya, sepertinya sih bisa kita tarik satu benang merah dari semuanya: kita ingin berbagi. Berbagi opini, berbagi cerita, berbagi pikiran. Betul?

Nah, ini menarik lo, Mak, untuk dibahas. Pasalnya, hal ini ternyata erat kaitannya dengan sisi psikologis dari kita sendiri sebagai bloger. Berbagi ini ada hubungannya dengan kebutuhan dasar kita sebagai manusia. Apa hayo?

Yes, keinginan untuk dikenali dan diakui, yang kemudian memunculkan kebutuhan untuk berbagi pikiran dan opini. Nah, karena teknologi telah berkembang sedemikian rupa, sekarang kita lebih mudah mencari media untuk membagikan pikiran dan opini ini. Enggak seperti dulu ketika media hanya terdiri atas 2 jenis, media cetak dan media elektronik saja. Barangkali Emak juga sempat nih ngalamin. So, tahu kan, betapa sulitnya bagi kita—para awam, rakyat jelata, bukan siapa-siapa ini—untuk bisa berekspresi? Saat itu, untuk menyampaikan opini dan pikiran melalui kedua jenis media tersebut memang sangat sulit. Iya nggak, Mak?

Namun, hal itu sekarang tidak lagi sulit. Yes, kita harus berterima kasih kepada teknologi untuk itu, ya kan?

Kebutuhan Psikologis Manusia: Berbagi untuk Dikenali dan Diakui

pertanyaan untuk ide konten

Keinginan manusia untuk dikenali dan diakui merupakan salah satu kebutuhan psikologis yang mendasar. Manusia merasa perlu untuk diterima dan dihargai oleh orang lain sebagai individu yang penting dan berarti dalam kehidupan mereka. Hal ini dapat terwujud melalui interaksi sosial, pencapaian prestasi, atau pengakuan atas keberadaan dan kontribusi seseorang dalam kelompok sosial atau komunitas tertentu.

Beberapa alasan mengapa keinginan manusia untuk dikenali dan diakui itu penting antara lain:

Menjadi bagian dari kelompok sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan hubungan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Dalam konteks ini, keinginan untuk dikenali dan diakui dapat menjadi sarana untuk merasa menjadi bagian dari kelompok sosial atau komunitas tertentu.

Meningkatkan harga diri

Keinginan untuk dikenali dan diakui dapat membantu seseorang untuk merasa dihargai dan memiliki nilai sebagai individu. Hal ini dapat meningkatkan harga diri dan percaya diri seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.

Menghindari rasa kesepian

Rasa kesepian dan terasing dari orang lain dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan psikologis seseorang. Dengan dikenali dan diakui oleh orang lain, seseorang dapat merasa lebih terhubung dan terintegrasi dalam lingkungan sosialnya.

Meraih prestasi

Keinginan untuk dikenali dan diakui juga dapat memotivasi seseorang untuk mencapai prestasi atau kesuksesan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, karier, atau hobi. Pengakuan atas prestasi tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan seseorang atas dirinya sendiri.

Namun, perlu diingat bahwa keinginan untuk dikenali dan diakui juga dapat berdampak negatif jika tidak terpenuhi. Seseorang dapat merasa cemas atau tertekan jika merasa tidak diterima atau dihargai oleh orang lain. Bahkan, hal ini juga dapat memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan sosial.

Nah loh.

Dikenali dan Diakui dari Sisi Psikologi Blogging

Dalam konteks kegiatan blogging, keinginan untuk dikenali dan diakui juga dapat menjadi salah satu motivasi bagi seseorang untuk terus menulis dan berbagi pemikiran dengan orang lain. Namun, penting untuk tetap mengutamakan nilai-nilai etika dan integritas dalam setiap konten yang dibagikan.

Keinginan manusia untuk dikenali dan diakui dapat terkait erat dengan keinginan untuk berbagi pikiran dan opini online. Ya, melalui kegiatan blogging atau media sosial seperti yang kita lakukan sekarang. Dalam hal ini, kegiatan berbagi pikiran dan opini dapat menjadi sarana untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari orang lain sebagai individu yang penting dan berarti.

Dalam konteks kegiatan blogging, kita sebagai bloger dapat merasa dikenali dan diakui sebagai penulis atau ahli dalam bidang tertentu jika konten yang kita buat dan bagikan mampu menarik perhatian pembaca dan mendapatkan respons yang positif. Betul, Mak?

Begitu juga dengan interaksi sosial yang terjadi dalam komunitas blogger atau media sosial, juga dapat membantu kita merasa diterima dan terhubung dengan orang lain.

Selain itu, kegiatan berbagi pikiran dan opini online juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan harga diri dan percaya diri kita dalam menyampaikan pendapat atau ide-ide yang kita miliki. Dalam konteks media sosial, dukungan dan respons positif dari teman atau pengikut juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan pribadi kita.

However, perlu diingat bahwa kegiatan berbagi pikiran dan opini online juga memiliki risiko dan tantangan tersendiri, seperti mampirnya komentar negatif atau pengalaman bullying cyber, yang dalam kasus tertentu bisa membuat kita menjadi tertekan.

So, adalah penting bagi bloger untuk memiliki kesadaran dan keterampilan dalam mengelola interaksi sosial secara sehat dan produktif, serta memastikan bahwa konten yang dibagikan sesuai dengan nilai-nilai etika dan moral yang berlaku.

Lalu, bagaimana cara agar kita tetap dapat dikenali dan diakui secara positif sebagai bloger, sehingga kebutuhan tersebut bisa terus dipenuhi?

Agar Tetap Dikenali dan Diakui secara Positif sebagai Bloger

psikologi blogging

Berikut adalah beberapa cara agar kita tetap dapat dikenali dan diakui secara positif sebagai blogger, sehingga kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari orang lain dapat terus terpenuhi.

Menulis konten berkualitas

Menulis konten yang bermanfaat, informatif, dan orisinal dapat membantu kita mendapatkan pengakuan sebagai seorang blogger yang kompeten dan tepercaya dalam bidang tertentu. Kuncinya satu, Mak: menulislah dengan jujur, tetapi tanpa harus ofensif.

Tampak mudah ya, tapi sebenarnya cukup sulit lo.

Jauhi vibe negatif

Hindari memberikan hate speech di mana pun kita berada, Mak, termasuk di dunia virtual. Jika seandainya tidak ada hal baik yang bisa diutarakan, maka lebih baik jangan dipublikasikan. Begitu juga dengan berbagai isu negatif atau bahkan hoaks dan berbagai konten provokatif. Ada baiknya dihindari saja, karena bisa memengaruhi kita untuk melakukan hal yang sama—yang kemudian akan membuat kebutuhan untuk dikenali dan diakui secara positif sebagai bloger meleset.

Membangun jejaring sosial

Membangun jejaring sosial dengan bloger lain dan pembaca blog dapat membantu kita untuk memperluas jaringan dan mendapatkan pengakuan dari orang lain sebagai bagian dari komunitas bloger.

Mengikuti tren dan topik yang relevan

Mengikuti tren dan topik yang sedang populer dan relevan dengan niche blog kita dapat membantu kita untuk menarik perhatian dan mendapatkan pengakuan dari pembaca dan orang lain.

Berpartisipasi dalam kegiatan bloger atau media sosial

Berpartisipasi dalam kegiatan bloger atau media sosial seperti ikut lomba blog, atau nimbrung dalam Twitter chat untuk hal-hal yang memang relevan, dapat membantu kita untuk memperoleh pengakuan dari orang lain dan memperluas jaringan sosial.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa memenuhi kebutuhan untuk dikenali dan diakui, dan bisa melanjutkan aktivitas berbagi kita di blog dengan baik.

Namun, sebenarnya pengakuan yang diperoleh dari orang lain bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kepuasan pribadi kita sebagai bloger. Kita juga perlu fokus pada pengembangan keterampilan menulis, meningkatkan kreativitas, dan mengejar tujuan dan visi yang kita miliki sebagai bloger.

Dengan melakukan hal-hal tersebut dalam kaitannya dengan psikologi blogging, kita dapat tetap menjadi bloger yang profesional, kompeten, dan terpercaya dalam bidang tertentu, serta memperoleh pengakuan yang positif dari pembaca dan orang lain.

Comments (1)

March 23, 2023

Seperti konsep social currency Prof. Jonah Berger, ya. Mendapatkan pengakuan gitu tujuannya. Tapi di sisi lain yakin juga sih, Emak-Emak Blogger punya juga tujuan mulia berbagi informasi supaya memudahkan keluarga lainnya menemukan jawaban di tengah belantara dunia maya.


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: