Pernah nggak dibuat kelimpungan sama orang karena kita tidak tahu atau tidak paham dengan apa keinginan, kemauannya? Sudah pernah mencoba memahami orang-orang sekitar kita dengan mengenal 4  watak dasar manusia?

***

Pada masa-masa awal pernikahan, saya sering dibuat kelimpungan. Pasalnya, suami saya ternyata adalah orang yang sangat detail untuk hal-hal tertentu. Beliau punya prosedur rinci untuk hampir segala sesuatu yang dilakukan. Contohnya menjemur pakaian.

Bagi saya, menjemur pakaian ya tinggal jemur saja. Tidak ada aturannya. Tapi tidak bagi suami saya. Dia punya standar. Pakaian mana di sebelah mana, urutan meletakkannya, dan lain-lain.

Jika banyak orang bilang sering jengkel karna suaminya berantakan sekali, maka pada kasus saya justru kebalikannya. Sayalah yang sering berantakan, sedangkan suamilah yang merapikannya. Hehe.

Senang dong punya suami rapi begitu? Senang dan bersyukur pastinya. Tapi namanya rumah tangga, pasti ada saat-saat dimana saya merasa ‘hadehh, ribet amat ya, jemur pakaian aja gitu banget’. Belum lagi saya sering kena omel saat tertangkap tangan habis memakai salah satu barang dan tidak saya kembalikan lagi pada tempatnya.

Tapi setelah belajar sedikit tentang 4 watak dasar manusia, saya jadi bisa lebih memahami suami saya. Saya jadi tidak lagi banyak protes dan mengeluh tentang keperfeksionisan suami, karna sudah tahu bahwa ya memang seperti itu ciri khas atas wataknya.

Berkaca dari cerita saya di atas, maka betapa penting bagi kita untuk belajar mengenai watak. Selain agar bisa lebih mengenal diri sendiri sehingga tau persis apa kelemahan dan kekuatan kita, kita juga bisa lebih memahami suami, anak, dan orang-orang terdekat kita.

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah video kajian Ustadzah Aisyah Dahlan yang juga merupakan seorang dokter. Dalam video tersebut, beliau menerangkan tentang 4 watak dasar manusia menurut Hippocrates.

4 watak dasar tersebut di antaranya adalah koleris, plegmatis, sanguinis dan melankolis. Ada yang sudah familiar dan tahu mana watak kita? Bagi yang belum, dalam video tersebut Ustadzah Aisyah Dahlan membagikan cara sederhana untuk bisa tahu apa watak dasar kita.

Beliau meminta kita memilih 1 dari 4 peran jika akan digelar sebuah teater, yaitu: sutradara, penonton, artis atau penulis skenario. Setelah memilih satu, kita diminta untuk memilih satu lagi. Menurut beliau, manusia pasti punya 2 watak, yaitu watak dominan dan watak kombinasi – hasil turunan dari orangtua kita.

Nah, lewat jawaban itu, kita sudah bisa tahu watak kita, dengan tingkat akurasi kurang lebih 80 % menurut Ustadzah Aisyah Dahlan.

  • Jika kita memilih peran sebagai sutradara, artinya kita memiliki watak koleris. Koleris adalah watak yang punya ciri khas mengatur.
  • Jika yang kita pilih adalah penonton, berarti watak kita adalah plegmatis. Watak plegmatis dimiliki oleh orang-orang yang suka mengamati dan cinta damai (tidak suka konflik).
  • Jika yang kita pilih adalah artis, maka watak kita adalah sanguinis. Sanguinis adalah watak yang dimiliki oleh orang-orang yang suka tampil, aktif, dan selalu terlihat gembira.
  • Sedangkan jika yang kita pilih adalah penulis skenario, maka watak kita adalah melankolis. Jangan salah, watak melankolis itu artinya bukan gampang menangis lho ya :D. Melankolis adalah watak yang punya ciri selalu ingin segala sesuatunya sempurna. Termasuk sempurna dalam kerapian.

Dalam video kajiannya, Ustadzah Aisyah Dahlan menerangkan ciri-ciri, kelebihan serta kekurangan masing-masing watak. Yang jelas, tidak ada watak yang sempurna, dan gak ada watak yang tanpa kelemahan.

Nah, jika sudah belajar tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing watak, semoga kita akan menjadi pribadi, istri maupun ibu yang menerima dan memahami dengan lebih lapang dada. Yuk, belajar lagi tentang watak.

***

Mengenal Orang dengan 4 Watak Dasar Manusia merupakan post trigger #KEBloggingKEB dari kelompok Mira Lesmana yang ditulis oleh Rosalina Susanti, pengelola blog:  www.rosasusan.com dan www.sanirosa.com