Usia 40 menjadi usia yang tidak dinanti tetapi justru datang dengan sendirinya. Lain dengan usia sweet seventeen yang ditunggu-tunggu. Nah, usia 40 ini sering lebih dikaitkan dengan pencapaian jati diri atau wujud kemapanan. Life begins at forty they say. Ya, di usia 40-an lah seringkali kita sudah mampu untuk lebih menikmati hidup atau merasa sedang gencarnya mengejar aktualisasi diri. Berbeda dengan usia 25-an yang fokus mengejar karir atau penghasilan.

Di sisi lain, usia 40 juga awal bagi kebanyakan orang mengidap beragam penyakit kronik yang dulunya menghinggapi orang usia lanjut seperti hipertensi, diabetes belitus, bahkan stroke dan sakit jantung koroner. Waduh!

Utamanya ini memang disebabkan oleh gaya hidup yang banyak berubah dibandingkan era orang tua kita dahulu. Kita menjalani hidup tidak aktif (sedentary), mengkonsumsi banyak makanan cepat saji, dan terpapar pada banyak zat kimiawi atau pengawet. Not to mention tekanan hidup alias stress yang terasa membebani di pikiran baik urusan kantor, cicilan bulanan, target uang kuliah anak, atau being socially perfect. Beda banget sama zaman ibu bapak atau kakek nenek kita yang lebih alami dan apa adanya.

Forty

 

It is a New Year

Being forty jangan berhenti hanya sampai mengejar impian atau mewujudkan personal goals, being forty and healthy juga perlu menjadi bagian dari resolusi kita. Caranya? Mulailah dengan resolusi sederhana yang praktis dan mampu kita lakukan sehari-hari.

Action Speaks Louder than Words

Kadang memang kita terhenti di niat dan tekad yang mengebu-gebu saja. Nggak ada action-nya (puk puk diri sendiri). In my opinion, it is because we wanted too much too fast. Misalnya mau lebih langsing terus langsung jadi kurus secara kilat dan instan. Kalaupun susah ya sebentar aja maksimal 2 minggu diet ketat lalu langsung turun 5-10 kg.

Wow, you wish. Hehehe.

So, I think yang tepat adalah move yourself to healthy beginnings. Ya, versi beginner alias pemula saja terlebih dahulu. Kadang rencana kita terlalu canggih sampai rasanya kok rumit banget ya. Eh, jadi ga dikerjakan akhirnya.

Start Now

Saran saya adalah memilih satu atau dua hal yang difokuskan untuk awal. Misalnya olahraga sederhana setiap hari. Apa ya? Ke gym ga ada waktu. Kalau lari sendiri bingung di mana, ga enak ga ada temennya, atau ga enak dilihatin orang kalau lari keliling kompleks. Ikut yoga atau zumba harus cari kelas yang dekat rumah atau kantor. Ini masalah umum emak-emak sih sebenarnya. Mau menyisihkan waktu untuk diri sendiri kadang bingung mau dimuatin ke mana karena fokus sehari-hari masih banyak yang lain.

 

Forty

Ya, dipilih saja yang disukai, mudah dan murah, dan memotivasi. Sesederhana skipping at home atau mengikuti banyak latihan olahraga di youtube yang bisa dicontoh sendiri. Tidak perlu keluar rumah, menghabiskan banyak uang ikut gym membership, atau juga menghabiskan waktu jauh dari anak dan menelantarkan urusan rumah tangga.

Any sport will increase our metabolism

Ini memang juga masalah klasik usia 40-an karena dengan melambatnya metabolisme maka semua yang kita makan akan lebih lambat dicerna dan selanjutnya menumpuk di tubuh. Ini loh penyebab mengapa anak kecil dan remaja bisa makan sangat banyak tetapi tidak mudah gemuk tetapi kita yang sudah mulai berumur bisa naik berat badan padahal udah ngirit-ngirit makan (kaca mana kaca…) Jawabannya adalah karena anak remaja memiliki metabolisme yang luar biasa cepat dan efektif.

Mengurangi Gula untuk Kesehatan

 

Eat Healthier

Forty

Demikian juga untuk upaya makan lebih sehat, marilah dimulai dengan niat yang kuat dan action yang simpel dan mudah.

  • Lebih banyak makan sayur setiap hari. Jadi kalau makan di luar pilihlah salad, gado-gado, karedok, lalapan, sayur asem, atau tumis sayur. Itu saja dulu. Sediakan lalap mudah di rumah seperti ketimun atau selada yang tidak mudah busuk. Temannya sayur ini bisa salad dressing (banyak dijual) atau sambal terasi favorit. Sedap pastinya.
  • Niatkan untuk mengkonsumsi lebih banyak buah. Sediakan di rumah dan belilah buah lebih banyak daripada belanja biskuit manis. Kalau di rumah tidak tersedia pastinya lebih sulit untuk kita mengkonsumsinya. Tempatkan di wadah mudah dijangkau di lemari es, siap untuk dimakan agar kita lebih jarang makan snack manis.
  • Kurangi minuman manis. Hidup masa kini dikepung minuman manis mulai dari es teh manis di rumah, minuman manis dalam kemasan, juga bubble tea yang kekinian. Sering kita ngupi cantik dengan teman atau sekadar menunggu di coffee shop sambil mengerjakan tugas yang tertunda. Tip: minumlah es teh tawar, teh rasa buah atau kopi susu tanpa gula, dan membawa air putih sendiri untuk di jalan.
  • Cobalah beras merah atau coklat dan roti gandum walaupun kita fans berat nasi/roti putih atau ragu rasanya seperti apa. Percayalah it is not that bad. Roti gandum dan beras selain beras putih memiliki indeks glikemik yang tinggi sehingga tidak meningkatkan gula darah secara drastis. Lebih sehat dan juga lebih kenyang karena seratnya yang lebih banyak.
  • Belilah produk organik secara bertahap dan sesuai kemampuan. Utamakan produk yang dimakan mentah seperti untuk salad atau lalapan.
  • Follow-lah akun-akun hidup sehat dan olahraga. Jangan hanya follow akun kuliner dan jalan-jalan aja di media sosial sehingga kita juga termotivasi untuk hidup sehat setiap hari.

 

Happy forty, everyone! Be healthy, be fabulous.

Forty

***

Forty, the Year of Healthy Beginnings merupakan post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Butet Manurung, yang ditulis oleh dr Fiona Esmeralda.

dr Fiona juga seorang health blogger di www.askfionamd.com

IG @fionaesmeralda, [email protected]