7 hal yang membuat perempuan percaya diri, apa saja? – Menjadi manusia yang supel dan penuh percaya diri adalah dambaan semua orang. Terlebih untuk kaum perempuan. Supel dan percaya diri dianggap menjadi kunci keberhasilan di dalam hidup. Dengan 2 jurus sakti ini, seorang perempuan biasanya mampu dan sukses menempatkan diri di lingkungan mana pun. Jelas, keberhasilan ini berlaku 2 arah. Di mata dirinya sendiri, serta di mata orang lain.

Banyak orang mengira supel dan percaya diri adalah bakat alami. Dia muncul ‘dari sananya’. Dan dengan kondisi yang ‘sempurna’, si bakat berkembang semakin besar. Padahal kenyataan tidak demikian. Supel dan percaya diri sebenernya bisa diciptakan. Bahkan tidak harus sejak kecil. Mulai dari sekarang pun, supel dan percaya diri bisa dibentuk. Ada 7 hal yang membuat perempuan percaya diri, semakin supel dan berhasil. Apa saja tujuh hal tersebut?

1. Tekan Lebih Jauh Semua Asumsi Batasan Diri

Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan untuk menciptakan diri yang lebih supel dan lebih percaya diri. Tekan semakin jauh semua asumsi batasan diri. Saya tak bisa bicara di depan umum, saya jelek, saya gendut, saya hitam, saya pendek, saya bodoh, dan semua pemikiran negatif yang diciptakan diri harus dihilangkan jauh-jauh. 

Iya, lingkungan memang membentuk kita di dalam berasumsi. Orang tua, guru, teman, keluarga, bahkan mungkin pasangan kita sering kali menjadi penggerus mimpi kita. Tapi keputusan tetap ada di dalam diri kita sendiri.

You are what you think! Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita membatasi diri sendiri dengan semua hal negatif, selamanya kita akan seperti itu. Jika kita sudah seperti itu, aura yang ke luar pun akan seperti yang kita ciptakan. Dan orang lain juga akan menangkap semuanya seperti itu.

Mengingat kelebihan diri yang tidak dimiliki orang lain akan lebih berguna. Fokus saja dengan hal itu. Sebab pada dasarnya tak ada seorang pun yang sempurna. Kita hanya tidak tahu keterbatasan orang lain. Karena memang orang tersebut tidak menunjukkannya. Dan dia tidak mempermasalahkannya. So, kita pun bisa seperti orang lain itu.

2. Jangan Terkecoh dengan Kenyataan

Ini yang sering menjadi tolak ukur. Kita merasa tidak mampu akan sesuatu hal karena pernah gagal. Otak konon tak selamanya mengonfirmasi segala sesuatunya dengan benar. Ada banyak bias yang terjadi. Hal ini, menurut para ahli sebenarnya merupakan sebuah bentuk mekanisme otak agar tidak overload. 

Lagi-lagi, asumsi, nilai-nilai yang dipegang, serta citra diri memegang peranan. Sebagai contoh misalnya saja kenangan gagal di masa kecil. Kita hanya mengingatnya sedikit, bukan? Kita tidak tahu dengan benar apa yang sebenarnya terjadi. Nah itu, rupanya merupakan cara otak kita bekerja supaya tidak terlalu banyak memori yang diingat.

Memandang kegagalan yang pernah terjadi dari berbagai sudut akan membuat kita terbuka. Jangan terkecoh dengan kenyataan. Itu merupakan hasil dari asumsi, nilai-nilai yang dipegang, serta citra diri. Dengan percaya diri yang besar, hal serupa bisa memberikan hasil di luar dugaan.

3. Berbicara dengan Diri Sendiri

Ini mungkin terdengar bodoh. Tapi ini banyak gunanya. Berbicara dengan diri sendiri bisa membuat diri sendiri lebih pintar, meningkatkan daya ingat, membantu untuk lebih fokus, dan bahkan konon bisa membuat kita lebih taktis.

Di dalam film dokumenter The Human Brain disebutkan bahwa berbicara kepada diri sendiri itu adalah hal yang biasa. Tanpa kita sadari, dalam semenit kita berbicara kepada diri sendiri sebanyak 300 hingga 1000 kata. Bahkan Angkatan Laut Amerika Serikat memiliki program pemulihan diri di masa-masa sulit melalui cara berbicara dengan diri sendiri: The power of Positive Self-Talk.

Berpikirlah secara positif. Cara kita berbicara kepada diri sendiri memengaruhi respons neurobiologis. Saat kita bilang bahwa kita bisa mengalahkan segala masalah apa pun, maka tubuh akan mempersiapkannya. Begitu pula jika sebaliknya.

Keseimbangan Hidup Perempuan

 

4. Selalu Berpikir Positif untuk Menekan Pikiran Negatif

Orang bilang bahwa pikiran positif itu seperti Teflon. Dia begitu licin dan susah untuk menempel. Sementara pikiran negatif, itu seperti Velcro. Dia lengket dan susah lepas. Itu sebabnya, kita biasanya lebih mudah untuk berpikir negatif daripada berpikir positif.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita senantiasa berpikir positif. Cara itu antara lain selalu memulai sesuatu dengan pikiran positif; memikirkan satu hal positif selama 20 detik dan kemudian menuju hal positif yang lainnya; mengenali emosi baik dan emosi buruk; melabeli semua emosi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya; serta jangan pernah terus menerus memikirkan hal positif, sebab biasanya semuanya akan menjadi lebih kuat.

5. Meningkatkan Level Keingintahuan

Keingintahuan merupakan dasar dari kehidupan yang panjang. Menurut para ahli, rasa ingin tahu akan membuat pikiran dan jantung selalu sehat. Selalu mencari jawaban atas keingintahuan dan selalu mencoba hal-hal yang baru merupakan langkah awal dari pengaplikasian cara ini.

6. Hilangkan Keraguan

Jika kita tidak percaya diri, kita akan selalu merasa bahwa kita dikasihani orang-orang. Bawaannya, kita akan seperti selalu menjadi korban. Hilangkan segala keraguan dalam hal apa pun. Hanya kita yang bisa menghentikan segala mimpi kita. Mulailah bergerak dari zona nyaman. Dan lalu hancurkan segala penghalang yang membuat kita berhenti untuk sukses.

7. Hadapi Rasa Takut

Saat semua hal berada dalam control kita, kita pasti akan merasa nyaman. Dan saat kita nyaman, kita tidak merasa takut. Demikian sebaliknya. Saat tak terkontrol, kita tak bisa berpikir jernih. Kita juga ketakutan. 

Dalam buku The Mindfulness Solution disebutkan bahwa untuk bisa mengontrol semua, kita harus bisa menghadapi ketakutan yang paling buruk. Jangan mencoba menghindarinya. Memikirkannya dan meluangkan waktu untuk menghadapinya sedikit demi sedikit merupakan hal yang harus dilakukan. Tarik napas dalam-dalam, merasakan tubuh yang rileks, dan memikirkan bahwa hingga detik ini kita belum mati dan masih bertahan, bisa kita coba. Yakinkan hati dan pikiran bahwa kita sedang dalam perjalanan untuk menaklukkan rasa takut itu. 

 Itulah 7 hal yang membuat perempuan percaya diri. Melakukannya secara sungguh-sungguh serta konsisten pasti akan membuat diri kita semakin pede. Jika bukan kita yang memercayai diri kita sendiri, siapa yang akan melakukannya? Semoga bermanfaat!

“When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” 

~The Alchemist

 

***

Nia Haryanto 

Ibu empat orang anak, lulusan Departemen Biologi ITB, yang kini berprofesi sebagai pekerja lepas di bidang kepenulisan.