Alhamdulillah tak terasa kita bertemu lagi dengan bulan yang dinanti-nanti umat muslim di seluruh dunia, karena di dalamnya ada banyak pahala dan keberkahan terutama bagi yang berbuat baik selama ramadan. Ini adalah ramadan keenam yang saya lewati setelah menikah. Keenam kalinya ramadan bersama keluarga.

Dari yang awalnya puasa masih berasa single (karena sudah menikah tapi belum hamil atau menyusui), sampai puasa saat hamil, menyusui, dan hamil sambil menyusui (yang terakhir ini pas belum tahu hamil lagi tapi si abang masih menyusui). Alhamdulillah selama puasa tak ada halangan yang berarti, kecuali karena haid atau nifas, puasa saya bisa penuh selama ramadan.

Tahun ini ramadan bersama keluarga, Insyaallah saya puasa sambil menyusui adik yang baru berusia 14 bulan dan menemani abang yang berusia 3 tahun 9 bulan.

Meskipun banyak tantangan (harus menahan lapar dan haus serta hawa nafsu), bagi saya bulan ini juga bisa dijadikan momen kebersamaan yang dapat mengakrabkan satu sama lain di dalam keluarga.

Sebelum menikah, ketika masih tinggal bersama ayah dan ibu, Ramadan menjadi momen kenangan tersendiri bagi saya. Kami yang biasanya jarang makan bersama di satu meja ( karena ibu dan ayah sudah bekerja di pagi hari sebagai nelayan dan penjual sayur, sementara siang hari saya dan kakak beda jadwal sekolah, lalu di malam hari kami mengaji sehingga pulang agak malam), ketika puasa jadi lebih sering ngumpul dan makan bersama ketika sahur dan berbuka.

Karena itu, setelah menjadi orang tua, saya berharap bulan Ramadan juga dapat jadi kenangan yang indah untuk anak-anak terutama kami orang tuanya. Salah satunya adalah melakukan banyak hal terkait ibadah Ramadan bersama-sama. Selain dapat mempererat hubungan keluarga, Ramadan bersama keluarga juga bertujuan mengenalkan bulan mulia ini kepada anak-anak.

Meskipun mereka belum berpuasa, mereka sudah terbiasa dengan suasana ramadan yang syahdu, sehingga dengan begitu semoga mereka dapat menjadi muslim yang merindukan ramadan lalu bersemangat untuk terus memperbaiki diri di bulan ini.

Mendampingi Si Kecil di Bulan Ramadan

 

Apa saja kegiatan keluarga kecil kami selama ramadan?

  1. Membaca buku bersama
Ramadan Bersama Keluarga

Membaca buku bersama di bulan ramadan: menambah pengetahuan anak-anak tentang agama dan meningkatkan bonding ibu anak

Alhamdulillah anak-anak  adalah tipe yang tidak terlalu sulit bila diajak membaca buku. Malah kadang kami yang kewalahan bila mereka terus minta dibacakan buku, sementara pekerjaan lain belum selesai. Nah, mumpung di bulan ramadan, kami bisa membacakan buku-buku bertemakan ramadan bersama anak-anak.

2. Menyiapkan buka puasa bersama

Bila suami sedang tidak kerja, menu pilihan berbuka kami jatuh pada pilihan yang simpel, kadang kami melakukannya bersama. Anak-anak bagian memotong, lalu suami yang menghias atau lainnya. Saya yang jadi pengawasnya, haha.

3. Wisata kuliner bersama

Kadang saya tidak memasak. Bila seperti itu, kami akan hunting takjil bersama. Tiap anggota keluarga punya pilihan masing-masing. Seperti kemarin, suami memilih ayam sayur, saya memilih ayam panggang dan kolak biji salak sedangkan abang lebih memilih pentol. Kami memilih es kelapa sebagai minuman untuk berbuka.

4. Berbuka bersama

Bila suami sedang tidak masuk kerja, selalu kami sempatkan untuk berbuka bersama. Membaca do’a lalu dilanjutkan makan bersama. Momen-momen seperti ini kadang lebih nikmat dari makanan yang disajikan.

5. Sahur bersama

Karena anak-anak belum terbiasa, biasanya hanya saya dan suami yang makan sahur. Biasanya saya yang akan bangun terlebih dahulu, baru dilanjut yang lain. Kadang bila anak-anak sudah bangun, kami ajak mereka ikut.

6. Tarawih bersama

 

Ramadan Bersama Keluarga

 

Setiap ramadan kami usahakan selalu mengajak anak-anak tarawih bersama agar mereka terbiasa sholat berjamaah dan sekaligus latihan sosialisasi dengan warga sekitar

Kami usahakan agar bisa sholat tarawih bersama di masjid. Meski anak-anak masih kecil, kami juga mengajak mereka. Selain karena anak-anak belum bisa ditinggal, agar mereka terbiasa sholat berjamaah, terutama abang. 

7. Jalan pagi bersama

Bila tak mengantuk, kami sempatkan untuk jalan pagi bersama, meski sekedar keliling perumahan. Dengan menghirup udara pagi yang segar, puasa akan lebih bersemangat disamping anak-anak yang senang karena bisa bereksplorasi dengan alam.

8. Berbagi bersama

Bila ada rezeki  lebih, kadang kami melakukan kegiatan berbagi bersama. Suami yang memberikan uang, saya yang memasak, anak-anak yang membantu menyalurkan kepada tetangga atau lainnya. Meski hanya berupa kolak, semoga dengan begitu keluarga kami dapat menjadi keluarga yang senang berbagi.

 Itulah beberapa kegiatan keluarga kami di bulan ramadan. Semoga ramadan ini bisa jadi ramadan yang lebih baik dari sebelumnya. Emak punya kegiatan yang biasa dilakukan bersama keluarga di saat ramadan? Sharing ya Ramadan Bersama Keluarga di kolom komentar 🙂

***

Ramadan Bersama Keluarga, Ngapain Aja? merupakan post trigger #KEBloggingCollab dari kelompok Najwa Shihab yang ditulis oleh Julia Amrih.

Ingin tahu membaca tulisan-tulisan Julia? Silakan berkunjung ke http://sepradik.com