Sudah dua minggu umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Nggak terasa ya?! Atau malah terasa banget? Hehehe. Mungkin, bagi yang susah menahan lapar dan haus, agak berat ya menjalankan puasa di bulan Ramadan. Buat yang sudah biasa sih, asyik-asyik saja. Apalagi yang sering berpuasa Senin – Kamis, sudah khatam dengan menahan lapar dan haus. Sejatinya, puasa itu tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi banyak manfaatnya terutama bagi kesehatan. Apa saja manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan?

Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan shaum, yang artinya menahan diri. Menahan diri untuk tidak makan dan minum, menahan diri dari hawa nafsu yang negatif dan segala hal yang bisa membatalkan puasa. Dengan berpuasa, organ-organ tubuh diistirahatkan sementara dari proses fisiologi dan metabolisme, khususnya pada saluran pencernaan. Dengan beristirahatnya kerja organ tubuh, inilah yang membawa dampak baik untuk kesehatan.

Tetap Bugar Saat Puasa

Berikut ini sebagian besar manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan :

  • Mengistirahatkan fungsi saluran cerna dan hati

Saat berpuasa, tidak ada makanan dan minuman yang masuk selama kurang lebih 12  jam. Ini membuat kerja dari saluran pencernaan lebih ringan karena tidak harus mencerna makanan secara terus menerus. Begitu pula dengan kerja fungsi hati, yang bertugas dalam proses metabolisme tubuh, saat diistirahatkan dengan berpuasa maka kerja seluruh organ tubuh lainnya juga bisa lebih baik.

 

Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan

  • Membuat tubuh melakukan detoksifikasi alami

Dengan berpuasa, tubuh akan dikondisikan untuk melakukan detoksifikasi secara alami. Proses detoksifikasi adalah proses untuk membuang racun dan senyawa berbahaya dalam tubuh. Saat berpuasa, ini dimanfaatkan oleh tubuh untuk pembersihan dan beristirahat sejenak. Kemudian tubuh dapat mengatur ulang fungsi organ-organnya, melakukan pemulihan dan penyegaran.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh sangat berfungsi dalam melawan penyakit yang bisa datang kapan saja. Dengan berpuasa, tubuh menghilangkan bagian pada sistem yang sudah rusak atau sudah tua. Puasa dalam jangka waktu yang lama, misalnya saja selama satu bulan ramadhan, memaksa tubuh untuk menggunakan simpanan glukosa dan juga lemak. Tidak hanya itu, tetapi juga dapat memecah sel darah putih dalam jumlah yang signifikan. Sel darah putih kita ketahui berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, sehingga dengan dihasilkannya sel darah putih dalam jumlah yang signifikan bisa membantu sistem kekebalan tubuh yang maksimal.

  • Memaksimalkan kerja hormon

Setelah beberapa hari berpuasa, hormon tertentu menjadi meningkat seperti hormon endorphin. Peningkatan hormon endorphin menyebabkan perbaikan kewaspadaan, daya kogniitif dan juga kesehatan mental.  Tidak hanya itu, berpuasa juga membuat tubuh bisa menghasilkan hormon pertumbuhan (HGH). Hormon inilah yang bekerja melindungi otot dan menjaga keseimbangan metabolik tubuh.

  • Mempercepat proses pemulihan penyakit

Berpuasa memang menyehatkan, apalagi bagi kita yang mungkin sedang terserang penyakit tertentu. Dengan berpuasa secara teratur akan meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh kita yang akan membuat penyakit lambat laun menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menunjukkan, saat berpuasa ada hubungan antara meningkatnya kemampuan sel penetral alami (pembasmi bakteri) dengan membaiknya bagian tubuh yang mengalami peradangan.

Dari penjelasan di atas, kita sudah bisa melihat manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan tubuh. Secara garis besarnya dapat dirangkumkan sebagai berikut :

Tahap awal (Hari 1 – 2 Puasa)

  • Gula darah menurun, jantung berdegup perlahan. Glikogen ditarik keluar dari otot dan membuat otot terasa lebih lemah. Tubuh pun terasa sedikit lemas.

Tahap Kedua (Hari  – 7 Puasa)

  • Lemak mulai dipecah untuk menghasilkan tenaga. Terjadi perubahan kimia dari gliserid ke gliserol menjadi glukosa. Berlangsung proses detoksifikasi tubuh yang menyebabkan badan dan kulit terasa berminyak. Selain itu aktivitas sel darah putih meningkat sehingga meningkatkan sistem antibodi.

 

Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan

Tahap Ketiga (Hari 8 – I5 Puasa)

  • Proses detoksifikasi masih berlangsung dengan cara membuang sel-sel mati dan rusak. Pada tahap ini juga tenaga sudah lebih stabil dan daya fikir menjadi lebih jelas.

Tahap Keempat (Hari  16 – 30 Puasa) :

  • Badan mulai terbiasa dengan aktivitas puasa. Proses penyembuhan lebih mudah terjadi dan penyakit lama lebih mudah pulih. Pernapasan menjadi lebih baik dan kualitas darah meningkat.

Begitu banyak manfaat puasa untuk kesehatan kita yang ternyata bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Ini lebih karena rasa cinta Allah SWT kepada kita agar tetap sehat dan bugar sehari-hari. Nah teman-teman, tambah semangat kan puasanya?

***

Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan merupakan post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Sri Mulyani, yang ditulis oleh Muthmainnah Mutia, emak blogger yang tinggal di Makassar.

Silakan berkunjung ke blognya Mutia di http://tiamutia.com untuk cerita kesehariannya.