Hai Emak! Ketemu lagi nih kita! Sooo, kali ini kita akan masih ngulik-ngulik seputar cara monetasi blog nih, Mak. Hohoho. Belum bosen kan? Semoga belum yaa. Kita akan bahas salah satunya lagi–setelah kemarin kita bahas mengenai Adsense ya–yaitu monetasi dengan afiliasi blog.

Yang kepo dan pengin tahu soal monetasi dengan cara afiliasi blog, yuk, simak ya!

 

Pengertian Afiliasi Blog

Ada yang belum pernah kenalan dengan yang namanya afiliasi blog?

Well, kalau Wikipedia sih bilangnya, afiliasi adalah jenis pemasaran di mana komisi bisnis affiliasi didapatkan jika terdapat pengunjung atau customer melakukan konversi melalui upaya pemasaran affiliate.

Jadi gampangnya tuh, dalam bisnis afiliasi blog ini, ada advertiser (pengiklan) yang menjual produk melalui perantara individu/perusahaan affiliate, yang kemudian memasarkannya pada massa demi mendapatkan komisi.

 

Cara kerja monetasi dengan afiliasi blog ini gimana?

Sederhana kok, sebenernya.

  1. Kita akan diminta untuk mendaftar menjadi anggota afiliasi.
  2. Setelah semua persyaratan dan ketentuan diikuti, kemudian kita akan mendapatkan link afiliasi (link referral) yang khusus.
  3. Selanjutnya, kita tinggal sebar deh itu link afiliasi atau referral. Bisa melalui media sosial atau diselipkan dalam artikel blog.
  4. Setiap kali terjadi konversi, maka kita akan mendapatkan komisi.

Nah, konversinya ini biasanya juga berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Pun batasan penarikan dananya juga punya term yang berbeda-beda.

Jadi, kita memang mesti baca dulu semua syarat dan ketentuannya ya, Mak.

 

Nah, tak pernah ada kata terlambat kalau kita mau mulai coba untuk memonetasi dengan cara afiliasi blog sekarang, Mak. Sekarang ada banyak sekali perusahaan menawarkan afiliasi online demi melejitkan pemasarannya kok.

Kalau Emak tertarik utk mencoba afiliasi blog ini, berikut saya akan share beberapa tip supaya bisnis Emak ini lancar. Simak ya, Mak!

 

5 Tip Monetasi dengan Afiliasi Blog

1. Kenali audience atau pembaca blog Emak

Ini adalah hal terpenting yang harus Emak riset lebih dulu nih. Supaya apa? Ya, supaya Emak bisa menyesuaikan nanti, produk apa yang akan dipasarkan.

Afiliasi blog hanya akan sukses, saat produk yang kita pasarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan audience blog kita. So, kalau Emak punya pembaca ibu-ibu rumah tangga, sepertinya akan kurang tepat kalau disuguhi afiliasi printer toner. Ya, mungkin saja memang ada ibu-ibu yang butuh printer toner sih, tapi pasti lebih banyak yang suka taperwer. 😀 Atau pembaca Emak mungkin ibu-ibu yang anaknya sudah kisaran remaja. Ya, nggak cocok kalau disuguhi iklan pospak.

Nah, jadi sebelum Emak mendaftar ke program afiliasi blog ini, coba amati dulu demografi pembaca blog Emak. Bisa dilihat di Google Analytics ya, Mak. Ada tuh datanya, lengkap.

 

2. Risetlah perusahaan pengiklan

Zaman sekarang banyak penipu kan ya, Mak, di dunia maya? Mereka ini jahat-jahat bener dah. Mereka juga bisa “menyamar” sebagai pengiklan afiliasi lo. Karena itu, riset terhadap perusahaan pengiklan ini perlu banget kita lakukan. Apalagi kalau perusahaannya agak-agak asing gitu. Mesti banget diriset dulu deh.

Beberapa hal yg perlu diperhatikan terkait peluang penipuan afiliasi blog ini adalah:

  • Perhatikan website-nya. Apakah About Me-nya jelas? Ada contact yang jelas? Alamatnya juga jelas? Cermati profil perusahaannya dengan saksama.
  • Kalau ada nomor telepon, boleh dicoba telepon, Mak, dan ngobrol langsung dengan CSnya. Tanyakan sedetail mungkin hal-hal yang perlu kita ketahui.
  • Gugling, dan amati, apakah nama perusahaan tersebut pernah muncul dalam berita negatif. Cari testimoni dari orang/pihak yang mungkin pernah bekerja sama.

 

3. Rencanakan dengan baik

Nah, kalau perusahaannya sudah bisa dipercaya, Emak juga sudah yakin audience blog Emak sudah cocok, Emak bisa mulai deh bisnis afiliasi blog Emak. Agar bisnis monetasi blog dengan cara afiliasi ini sukses, akan lebih baik kalau Emak mempunyai rencana pemasaran yang jelas.

Misalnya saja, beri jatah 1-2 postingan sebulan khusus untuk mempresentasikan produk yang Emak pasarkan. Buatlah artikel khusus yang membahas produk tsb. Kalau Emak sudah biasa menulis job review/sponsored post sih nggak masalah ini sih ya 😀

Rencanakan konten Emak dengan sebaik mungkin. Ingat, artikel tersebut harus bisa meng-engage pembaca sedemikian rupa sehingga mereka tertarik untuk membeli produk yang Emak tawarkan.

Jadi, keterampilan Emak untuk “membujuk” akan penting banget nih, Mak!

 

4. Be transparent mengenai bisnis afiliasi blog Emak

Well, netizen (termasuk pembaca blog) itu kritis-kritis, Mak. Jadi ada kemungkinan mereka akan ilfil kalau baca artikel yang jualan banget.

Jadi, kita memang harus jujur sedari awal ya. Jangan sampai mereka hilang kepercayaan. Akan lebih baik kalau kita menambahkan disclosure di awal artikel, yang menyatakan bahwa artikel tersebut berafiliasi.

Kalau memang pembaca blog butuh, mereka nggak akan ke mana-mana juga kok. Mereka akan dengan senang hati menerima informasi dari kita.

 

5. Engage, engage, dan engage!

Engagement menjadi senjata ampuh dalam bisnis afiliasi blog ini, Mak. Percaya deh sama saya.

Kalau kita tuh nulis kontennya kurang nendang, plus kitanya sendiri nggak berusaha engage pembaca (nggak helpful, nggak respons kalau ditanya, nggak jawab komen), wah, bisa-bisa pembaca mendingan langsung saja capcus ke vendor/pengiklannya dengan buka browser baru. Nggak usah ngeklik link referral dari kita.

Bayangin, Mak!

Padahal mereka tau infonya dari kita, tapi nggak mau ngeklik link referral dan langsung aja ke vendor. Duh, sakitnya tuh kek dikhianati mantan lo! #eaaaa

Nah, makanya nih, perlu banget ya, kita untuk memantau terus afiliasi blog kita kalau link referralnya sudah disebar. Kalau ada yang nanya, kita harus bisa jawab. Kalau ada yang komen, kita mesti respons.

 

Nah, itu dia beberapa tip untuk berbisnis afiliasi blog, sebagai permulaan. Untuk perusahaan mana saja yang menawarkan afiliasi, Emak bisa gugling ya. Ada banyak kok, Mak. Tapi, jangan lupa untuk diriset dulu ya, seperti saran saya di atas tadi. Terutama kalau nama perusahaannya terdengar asing.

Oke, segitu dulu sharing-nya soal afiliasi blog ya, Mak. Semoga bermanfaat 🙂

Selamat mencoba.