Hai, Makemak. Kali ini kita akan lanjut ke tip membuat opening artikel yuk! Demi konten yang bikin pembaca blog mau terus membaca artikel sampai selesai tentunya, dan nggak mau pindah ke lain hati. Tsah.

Yes, sadar nggak sih, Mak, betapa pentingnya kalimat ataupun paragraf pembuka untuk artikel blog kita?

Ada beberapa hal yang memang harus kita lakukan demi menjaga agar pembaca mau membaca artikel yang sudah kita tulis, sampai selesai. Salah satunya adalah dengan membuat opening artikel yang bikin penasaran, sehingga mereka “terpaksa” membaca artikel kita sampai selesai.

Mungkin memang banyak yang belum sadar nih, bahwa “nasib” artikel kita tuh terletak salah satunya pada pembuka atau opening. Yang lain adalah judul artikel yang clickable, dan snippet atau meta description.

Kerap kali saya sendiri ngalamin nih. Mencari info melalui Google, lalu datang ke artikel di sebuah website atau blog. Baru baca beberapa kalimat pertama, kok mbulet yak? Susah bet dipahami. Lalu apa yang terjadi kemudian? Ya saya mending balik lagi ke Google, cari lagi artikel lain, yang lebih enak dibaca dan memberi pencerahan. Banyak kok artikel lain yang lebih oke.

Nah, itulah kekuatan sebuah opening artikel. Opening akan menentukan pembaca mau tinggal lebih lama atau tidak.

Jadi, kalau Emak pengin Bounce Rate menurun, jagalah itu pembaca agar mau membaca artikel kita sampai selesai. Salah satunya dengan membuat opening artikel yang hooking. Dalam beberapa kalimat di paragraf pertama ini, kita harus bisa meyakinkan pembaca bahwa artikel kita tuh worth to read sampai selesai.

Mau kan ya, Mak, artikelnya dibaca sampai selesai? Maulah. Ada yang enggak mau? 🙂

Karena itu, coba lakukan beberapa tip membuat opening artikel yang menarik berikut ini.

 

7 Langkah Menulis Tutorial yang Jelas dan Mudah Diikuti

1. Langsung refers to pembaca

Jangan terlalu banyak mengomongkan diri sendiri yang enggak ada hubungannya dengan permasalahan, Mak.
Efeknya akan lebih baik saat kita langsung merujuk pada pembaca sejak paragraf pertama itu.

Misalnya, mau ngomongin soal susahnya menyapih si balita. Alih-alih, “Anak saya sudah 2 tahun. Dan, ternyata butuh perjuangan bagi saya untuk menyapih si kecil, Bun. Soalnya bla bla bla …” Efeknya akan lebih baik kalau ditulis seperti ini.

“Siapa yang merasa putus asa saat menyapih si kecil? Banyak ya? Bunda nggak sendirian. Saya juga!”

Jadi, kalau kita menceritakan tentang diri sendiri dulu, efeknya kurang nampol memang karena pembaca nggak merasa langsung dilibatkan. Jadi, kita harus membuat opening artikel yang langsung melibatkan pembaca sejak paragraf pertama.

2. Sajikan hasil atau manfaat langsung

Setiap artikel kan punya tujuan. Punya ending. Mau apa kita membuat tulisan ini? Manfaat apa yang bisa kita tawarkan pada pembaca?

Misalnya untuk bahasan menyapih balita ini ya, Mak. Coba deh cara ini.

“Siapa yang kewalahan saat harus menyapih si balita? Emak nggak sendirian. Saya juga! Tapi saya menemukan cara nih. Dengan cara ini, si balita dijamin deh nggak akan rewel saat disapih.”

Jadi, tujuannya kita menulis jelas, Mak. Kita ingin berbagi cara menyapih balita tanpa rewel. Ini kan permasalahan banget buat setiap ibu kan ya?

Makanya, tujuan atau ending artikel itu memang sudah harus kita tentukan sejak awal menulis. Untuk apa? Agar bisa dipakai sebagai “senjata” untuk mengikat pembaca.

 

Tip Membuat Opening Artikel yang Bikin Pembaca Jadi Tertarik Baca Sampai Selesai

3. Suntikkan emosi

Emosi di sini bisa berarti 2 ya, Mak: emosi negatif ataupun emosi positif.

Kalau di artikel mengenai menyapih ini misalnya begini.

“Siapa yang kewalahan saat harus menyapih si balita? Emak nggak sendirian. Saya juga! Tapi saya menemukan cara nih. Dengan cara ini, si balita dijamin deh nggak akan rewel saat disapih. Habis ini, Emak bisa deh dadahdadah pada daster berkancing depan. Senangnya!”

Hahaha. Iya, sereceh terbebas dari daster berkancing depan pun enggak masalah. Emak bisa menggantinya dengan hal lain yang pastinya lebih relatable ya.

Dengan menyuntikkan emosi, pembaca akan langsung bisa membayangkan dan mengharapkan hal yang sama nantinya, setelah mereka selesai membaca artikelnya dan melakukan tip menyapih yang Emak tulis.

Dan, seperti yang saya sebutkan tadi, bahwa emosi di sini bisa jadi 2: positif (rasa bahagia, senang, dan seterusnya) dan negatif (sedih, marah, kecewa, dan seterusnya). Gunakanlah masing-masing emosi seperlunya ya, Mak. Jangan berlebihan juga, tapi sesuai dengan porsinya.

Tentu saja, harapannya agar si pembaca juga merasakan hal yang sama saat mereka sudah selesai membaca artikel kita nanti.

 

4. Lontarkan pertanyaan

Emak juga bisa memancing dengan pertanyaan pada pembaca, Mak. Seperti tadi itu, “Siapa nih yang mesti berjuang untuk menyapih si kecil?” Atau sesimpel pertanyaan, “Siapa nih yang berat badan naik turun kayak yoyo?” Atau, “Ada yang suka bingung nggak sih, buat nyusun menu sehat untuk keluarga sehari-hari?”

Dengan adanya pertanyaan yang mengemukakan permasalahannya langsung seperti ini, pembaca akan semacam merasakan, bahwa … wah, ada jawabannya nih di akhir artikel.

 

Trik Menjual Produk Sendiri Sebagai Cara Monetasi Blog

5. Sajikan fakta yang bertolak belakang

Misalnya masih soal menyapih balita itu tadi. Emak bisa juga membuat opening artikel seperti ini.

“Siapa bilang menyapih balita itu harus penuh drama? Bisa kok kita lakukan dengan cinta, hingga si balita tak perlu harus rewel.”

Sesuatu yang bertolak belakang biasanya memang akan langsung menarik pembaca. Nah, kalau ada yang begini, sajikan sejak awal, Mak. Biar makin penasaran deh, pembacanya.

 

Nah, itu dia beberapa tip membuat opening artikel yang hooking, yang bikin pembaca jadi betah dan pengin baca artikel sampai akhir.

Saran saya nih ya, Mak, opening ini bisa kita buat justru pada saat isi artikel sudah selesai. Jadi kita bisa membaca ulang dulu, kira-kira bagian pentingnya dari artikel kita itu yang mana. Baru yang penting itu ditaruh di awal sebagai pembuka artikel–jadi semacam teaser gitu deh.

Dengan sedikit utak atik, Emak pasti bisa deh membuat opening artikel yang menarik, sekaligus memuat apa yang menjadi kata kunci artikel Emak.

Semoga bermanfaat ya, Mak. Sampai ketemu di artikel berikutnya.