Ketika memutuskan untuk menikah, tentunya Emaks mulai mengurangi beberapa hal seperti jam nongkrong dengan sahabat selepas kantor. Terlebih setelah memiliki anak, perubahan besar pun terjadi. Sibuk mengurusi keperluan anak, beresin rumah, memasak, mengurusi keperluan suami, rasanya 24 jam saja nggak cukup.

Efeknya, terkadang kita nggak punya waktu untuk melakukan hal-hal yang kita sukai ataupun  a little me time. Bagi seorang Emaks melepaskan hobi atau hal-hal kecil yang disayangi untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi adalah bentuk rasa sayang ke keluarga. But, better don’t do it, Mom!

Melakukan hal tersebut bisa menjadi kesalahan yang besar. Up to date dengan gaya hidup nggak ada salahnya, hanya saja jangan sampai Emaks melepaskan hal-hal yang disukai dan bisa membuat bahagia.

Ini adalah enam hal yang bisa Emaks terus lakukan, bahkan setelah memiliki anak.

  1. Traveling

Setelah Memiliki Anak, Tetap Lakukan 6 Hal Ini Agar Tetap Bahagia

“Pengin banget bisa traveling walaupun sudah memiliki anak. Hanya saja, kapan saya bisa lakuin itu?”

Kalimat bernada penyesalan seperti itu sering kali terlontar dari para Emaks ketika bersama dengan sahabat ataupun suami. Mungkin sebagian besar Emaks adalah pecinta jalan-jalan. Destinasi wisata pun sudah banyak yang dikunjungi baik lokal maupun mancanegara.

Melakukan perjalanan sering memberikan efek rileks di pikiran, bener nggak Maks? Ketemu dengan orang-orang baru, berada di tempat yang belum pernah dikunjungi, mencicipi aneka kuliner ataupun mempelajari budaya setempat merupakan satu keistimewaan yang sering didapat dari suatu perjalanan. Ketika kembali ke rumah, ada suntikan semangat baru untuk menghadapi rutinitas.

Saat menikah dan memiliki anak, agenda traveling pun berantakan bahkan tidak ada sama sekali. Emaks tidak harus berhenti melakukan hal-hal tersebut dengan alasan sudah memiliki anak dan ada keluarga. Selalu ada cara untuk melakukan perjalanan. Hanya saja kali ini Emaks mesti melakukan hal yang berbeda dari biasanya.

Lakukan perjalanan setelah meminta izin suami. Emaks bisa melakukan perjalanan asalkan anak sudah cukup umur untuk ditinggalkan sejenak. Kalaupun urgent sekali, pastikan ada yang mendampingi anak-anak, dan yang penting adalah persetujuan suami ya, Maks.

Perjalanan bersama keluarga adalah pilihan yang terbaik. Selain bonding dengan anak semakin kuat, hubungan suami istri semakin lekat, Emaks pun bisa rileks sejenak dari rutinitas harian tanpa rasa khawatir anak-anak ada yang mengawasi atau tidak.

  1. Olahraga

olahraga

 

Memiliki anak dua atau lebih, bekerja full time terkadang nggak punya waktu untuk berolahraga. Tubuh dan pikiran sudah tersedot untuk hal-hal lain.

Berolahraga sangat baik untuk tubuh dan pikiran. Butuh beberapa waktu untuk sendirian dalam seminggu dan tersalurnya hormon endorfin akan membuat Emaks merasa lebih baik.

Pilih olahraga yang benar-benar Emaks nikmati, seperti mendaftar di kelas yoga, aerobik ataupun lari selama setengah jam sebelum atau setelah bekerja. Kuncinya lakukan hal yang membuat Emaks lebih bersemangat dan termotivasi.

Yakin deh, Emaks akan bahagia ketika tetap melakukannya saat anak-anak bertambah usianya. Ini akan menjadi contoh juga bagi si kecil, bahwa menjaga kesehatan itu penting. Nggak jarang anak pun akan minta ikut untuk olahraga, ini hal yang baik bukan?

  1. Liburan Berdua Dengan Suami

Setelah Memiliki Anak, Tetap Lakukan 6 Hal Ini Agar Tetap Bahagia - liburan berdua dengan suami

Memang benar, melakukan perjalanan dengan anak-anak adalah pilihan terbaik, tapi ingat Maks, nggak kalah penting adalah mengambil waktu untuk melakukan perjalanan berdua saja dengan suami.

Ambil liburan (walau hanya untuk sehari saja) atau liburan setahun sekali khusus berdua saja. Setiap orang membutuhkan istirahat untuk mental dari aktivitas sehari-hari yang melelahkan, dan itu termasuk mengasuh anak-anak, jadi hibur diri Emaks dengan liburan berdua dengan suami sebelum Emaks kehabisan tenaga.

Tapi, pastikan anak-anak ada yang jaga ya, Maks. Dan sediakan nomor-nomor penting yang mudah dihubungi orang rumah saat terjadi situasi genting.

  1. Kencan di Malam Hari

kencan berdua

Sangatlah mudah untuk jatuh ke dalam perangkap jenuh dalam pernikahan saat anak-anak hadir dalam hidup. Kebanyakan dari kita, fokus sudah tersedot dengan urusan rumah, kerjaan hingga anak-anak yang sepertinya nggak habis-habisnya.

Efeknya hubungan dengan suami agak terabaikan. Komunikasi tersendat. Jangan sampai terperangkap ya, Maks!

Untuk menghindari terjebak di hubungan lain maupun jenuh dalam pernikahan, teruslah berusaha membuat hubungan tetap awet, salah satunya dengan melakukan kencan di malam hari dengan suami.

Kencan pun nggak harus candle light dinner, bisa saja nonton berdua di bioskop atau di rumah, makan di restoran langganan dan kencan di ranjang.

  1. Memiliki Anak Tetap Lakukan Hobi dan Kesenangan Pribadi

Setelah Memiliki Anak, Tetap Lakukan 6 Hal Ini Agar Tetap Bahagia - hobi

Apakah Emaks menyukai musik? Fotografi? Membaca? Atau hobi DIY?

Memiliki anak atau tidak, jangan pernah membiarkan hal-hal yang membuat bahagia dan menarik hilang dari hidup Emaks. Sangat mudah untuk mengesampingkan hobi setelah menjadi orangtua, tapi lebih sulit lagi untuk memulai kembali hobi daripada menemukan cara untuk menjaga hobi terus berjalan (bahkan ketika sedang cuti hamil atau sibuk bekerja).

Sediakan waktu walau hanya setengah jam untuk melakukan hobi Emaks. Yakin deh, selesai melakukannya pasti ada perasaan bahagia.

  1. Belajar Hal Baru

belajar hal baru

Mama telah menjadi orangtua sekarang, tapi masih banyak hal yang belum diketahui. Bukankah hidup ini adalah tentang pembelajaran? Belajar akan hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Terus perkaya pengetahuan Emaks dengan belajar. Sekarang banyak media yang memudahkan untuk belajar. Nggak telat kok untuk hal ini. Atau Emaks bisa bergabung di komunitas-komunitas. Di sana Emaks akan mendapatkan teman juga belajar banyak hal.

Memiliki anak bukanlah akhir dunia. Justru, di sinilah kita akan memulai dan belajar banyak hal. Bahkan sebenarnya di fase ini kita juga belajar dari anak. Ini memang nggak mudah ya, Maks. Butuh bantuan suami juga. Yang terpenting, luangkan sedikit waktu untuk melakukan hal-hal di atas.

Jangan biarkan segala rutinitas merenggut hal-hal bahagia dan bisa membuat Emaks stres. Ujung-ujungnya, Emaks mudah marah, pikiran nggak tenang, rumah pun terasa nggak nyaman.

Jika Emaks bahagia, maka anggota keluarga pun bisa turut merasakannya. Semua pekerjaan juga bisa diselesaikan dengan baik.