Pernah nggak Emak kepikiran ada faktor penghambat diet dari dalam tubuh yang membuat program penurunan berat badan nggak berhasil?

Mengurangi porsi karbohidrat, porsi sayuran diperbanyak, camilan di skip, no eat di malam hari, namun berat badan kok timbangannya nggak geser ke kiri ya? Hiks

Kasus lainnya, Emak jarang berolahraga, porsi makanan pun selalu besar. Herannya, Emak tetap bisa menjaga berat badan. *envy

Menurut Michael D. Jensen, M.D, seorang endokrinologis, fenomena tersebut terjadi karena setiap orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap diet dan olahraga. Ia juga menyebutkan banyak faktor fisiologis yang membuat seseorang lebih mudah kurus dibanding yang lain.

Inilah 7 faktor penghambat diet yang seringkali tidak diperhatikan

  1. Genetika

Gen berperan dalam penyeimbangan kalori dan energi yang dikeluarkan oleh tubuh. Anak-anak dan orang tua yang kelebihan berat badan cenderung untuk kelebihan berat badan pula.

Berdasarkan riset di Klinik Mayo, riwayat kegemukan di keluarga Emak akan meningkatkan kemungkinan kelebihan berat badan menjadi 25% sampai 30%. Namun demikian, meski memiliki keturunan gemuk, belum tentu juga Emak akan menjadi gemuk.

Para ahli meneliti peran mutasi gen yang berpengaruh dalam penyebab kegemukan. Kerusakan genetika berdampak pada peningkatan kadar leptin, yaitu protein hormon yang membantu mengatur metabolisme dan selera makan. Namun hingga sekarang belum ada kejelasan apakah mengubah leptin bisa mengurangi kegemukan.

Yang jelas, anak dengan bobot lebih perlu menerapkan gaya hidup sehat dalam pertumbuhannya.

  1. Aktivitas fisik

faktor penghambat diet

Orang yang kelebihan berat badan biasanya lebih malas bergerak daripada mereka yang berat badannya normal.

Tapi, hal tersebut tidak selalu menjadi sebab kelebihan berat badan seseorang. Kurang berolahraga juga bisa memicu kegemukan.

Mereka yang TIDAK memiliki kelebihan berat badan adalah mereka yang memiliki pembakaran kalori yang tinggi dalam aktivitas sehari-hari.

Aktivitas fisik ini juga disebut dengan istilah NEAT atau non excersie activity thermoghenesis, yaitu istilah untuk aktivitas manusia sehari-hari di luar olahraga yang juga membutuhkan kalori.

Termasuk dalam NEAT adalah berjalan, mengubah sikap tubuh, bernafas bahkan perasan gelisah.

Bagi Emak, yang memiliki kelebihan berat badan, bisa mulai melakukan aktivitas fisik ringan namun mampu membakar kalori seperti berjalan sehari minimal 30 menit.

  1. Jenis kelamin

Otot menggunakan lebih banyak energi daripada lemak. Sementara seperti kita tahu, tubuh perempuan lebih banyak mengandung lemak daripada otot.

Karena, pria lebih banyak memiliki otot, mereka membakar kalori 10-20% lebih banyak selama masa istirahatnya.

Dan sebab massa otot inilah, nggak heran seorang atlet dinilai kelebihan berat badan berdasarkan skala perhitungan berat badan standar, karena otot-ototnya yang sudah berkembang sedemikian rupa. Namun, selama kelebihan berat badan tersebut disebabkan massa otot dan bukannya lemak, kondisi ini masih dibilang aman.

  1. Umur

Ketika usia Emak bertambah, besar otot dalam tubuh cenderung berkurang, sebaliknya presentasi lemak dalam tubuh bertambah.

Menurunnya massa otot ini mengakibatkan metabolisme mengendur secara alami seiring bertambahnya usia. Kedua perubahan ini memangkas kebutuhan kalori.

Laju metabolisme yang dialami tubuh sejak lahir sampai usia lanjut mengalami grafik naik dan turun. Pada usia 0-2 tahun, metabolisme tubuh Emak meningkat. Setelah itu, metabolisme terus menurun, kecuali pada masa puber.

Baca juga : 9 Cara menghilangkan rasa cemas

  1. Berat badan setelah berhenti merokok

faktor penghambat diet2

Faktor penghambat diet berikutnya adalah ada di masalah merokok.

Berat badan perokok baik pria maupun perempuan cenderung 3-5 kg lebih ringan. Setelah berhenti merokok, berat badannya akan kembali ke tingkat semula seperti sebelum merokok.

Nggak heran, karena pada dua minggu pertama usaha untuk lepas dari rokok, tubuh menyimpan lebih banyak cairan.

Alasan lain yang menyebabkan seorang perokok kembali gemuk setelah berhenti adalah umumnya mantan perokok melampiaskan rasa laparnya dengan makan yang nggak terkontrol.

  1. Masalah pada organ metabolisme

Kurang dari dua persen dari semua kasus kelebihan berat badan bisa dilacak karena adanya masalah pada organ metabolisme seperti fungsi tiroid atau ketidakseimbangan hormon.

Obat-obatan yang digunakan juga memengaruhi kondisi tubuh yang juga berdampak pada jumlah energi yang digunakan.

Ketika Emak sakit, tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk berperang melawan penyakit, juga untuk mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

  1. Toleransi tubuh terhadap lemak

faktor penghambat diet3

Faktor penghambat diet yang terakhir adalah toleransi tubuh terhadap lemak.

Lemak mengandung dua kali lebih banyak kalori dibanding protein dan karbohidrat dengan berat yang sama. Perbandingannya adalah 9:4.

Perbedaan kalori ini menjelaskan bagaimana lemak dapat meningkatkan berat badan seseorang dengan cepat.

Meskipun asupan kalorinya sama, seseorang yang menu sehari-harinya lebih banyak mengandung lemak, akan lebih mudah bertambah berat badannya daripada mereka yang pola makannya rendah lemak.

Namun demikian, bukan berarti Emak nggak menyisakan tempat untuk lemak dalam menu makanan sehari-hari, ya.

Berdasarkan penelitian Frank Sacks, M.D, dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, diet sangat rendah kalori (jumlah kalori dari lemak 10% atau kurang) memang dapat menurunkan kadar LDL, si kolesterol jahat. Tapi, sayangnya HDL (kolesterol baik) juga turun.

Karena sama-sama turun, rasio LDL dan HDL tetap, sehingga penurunan tersebut tidak berarti banyak bagi kesehatan tubuh. Risiko sakit jantung masih akan menghantui.

Untuk menghindari tersebut jangan mencekal lemak dari menu makanan Emak. Ganti lemak yang biasa diperoleh dari hewan dengan lemak nabati seperti yang terdapat dalam minyak zaitun atau lemak dari ikan.

Jadi, sekarang Emak bisa mengerti yes kenapa sih program diet nggak berjalan seperti yang diharapkan. Karena, ada ternyata ada faktor penghambat diet yang sering diabaikan.

Jangan pernah berhenti untuk hidup sehat ya, Mak apalagi sekarang tengah pandemi, teruslah mengonsumi makanan untuk meningkatkan imunitas. Kalau ada salah dalam pola makan, masih bisa diperbaiki dengan konsultasi ke ahli gizi.

Nggak boleh dilupakan juga adalah cek kesehatan rutin tiap bulan seperti tekanan darah, kolesterol, asam urat juga gula darah.

Dan tak kalah penting, rajinlah berolahraga! Banyak kok olahraga bisa dilakukan di rumah seperti aerobik, yoga, atau zumba.

Semoga kita semua sehat selalu ya, Mak!