Apa yang terbayang saat orang meyebutkan kata keluarga? Hm…..kalau aku nih ya, saat kata keluarga terdengar, terbayang sekumpulan orang bahagia yang sedang bercengkrama dengan asyik. Mereka kumpul di ruang keluarga sambil menikmati makanan favorit, resep warisan keluarga.

Entah mengapa itu yang terlintas. Mungkin, karena keluarga kami sering menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga dengan kondisi seperti itu. Apalagi semenjak suami mengajakku masuk ke  keluarga baru di Desa Sosokan Taba, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Kumpul keluarga ditemani dengan makanan favorit resep warisan keluarga, sangat ditunggu-tunggu. Dasar tukang ngemil ya, haha.

Makanan favorit keluarga dari Desa Sosokan Taba ini adalah lepat labu daun coklat. Bagiku, makanan ini sangat enak dan khas. Saat teringat makanan ini, aku langsung ingat dengan desa tempat kelahiran suami serta keluarga di sana.

Desa Sosokan Taba adalah sebuah desa yang rata-rata penduduknya petani. Komoditas utama pertanian di Sosokan Taba adalah kopi, kemiri dan coklat. Selain tanaman utama tersebut, masyarakat setempat juga menanam sayur-sayuran seperti labu (labu panjang), sayur lumai (leunca), pare dan cabai rawit. Sayur lumai, pare dan cabai rawit biasanya dijual untuk menambah penghasilan, sedangkan kalau labu tidak dijual.

Kuliner Yogya yang Istimewa

 

Buah labu panjang Sosokan Taba ini biasanya besar-besar. Buah yang besar ini bukannya membuat orang antusias untuk membeli, malah membuat orang takut membelinya. Rata-rata kalau aku tanya orang  mengapa mereka tidak berniat untuk membeli labu panjang yang besar itu, orang akan menjawab karena labunya kebesaran.

Resep Warisan Keluarga

 

Masyakat Sosokan Taba yang kreatif, mengolah labu panjang menjadi lepat yang enak, tab mantab pokoknya. Satu hal yang khas dari lepat labu dari Sosokan Taba, masyarakat membungkusnya dengan daun coklat alias daun kokoa. Penggunaan daun coklat sebagai pembungkus membuat lepat tahan lama.

Kalau lepat dibungkus daun pisang maka hanya akan bertahan satu hari saja. Tetapi kalau menggunakan daun coklat akan bertahan sampai tiga hari, walau tidak dipanaskan dan tidak dimasukkan ke kulkas.

Sesuatu yang tidak diminati orang malah menjadi makanan khas enak dari Sosokan Taba. Masyarakat Indonesia memang kreatif. Oh iya, ini ada resepnya. Resep warisan keluarga, aku bagi ya. Siapa tahu ada yang mau coba masak di rumah. Buatnya gampang pake banget. Untuk yang tidak punya daun coklat bisa menggantinya dengan daun pisang.

Lepat Labu Daun Coklat dari Sosokan Taba

Resep Warisan Keluarga

 

Bahan kue:

  • ½ kg labu yang sudah masak (keluarga Sosokan Taba biasanya menggunakan labu panjang)
  • ½ kg tepung beras
  • 1/3 kg gula merah
  • ½ sendok makan garam
  • ¼ sendok makan bubuk vanila
  • Air secukupnya

Pembungkus:

  • Daun coklat secukupnya, pilih daun coklat yang tidak bolong dan tidak terlalu tua agar mudah dilipat. Atau gunakan daun pisang sebagai pengganti.

Alat:

  • Kukusan
  • Sendok
  • Wadah tahan panas
  • Pisau
  • Lidi bersih yang sudah dipotong-potong.

Cara Membuat

  1. Kupas labu dan masukkan ke dalam wadah tahan panas, kukus sampai matang.
  2. Dinginkan labu kukus, sisihkan
  3. Campur gula merah, garam, vanila, dan tepung beras dalam satu tempat. Aduk sampai semuanya tercampur rata.
  4. Masukkan labu kukus ke dalam adonan, campur sampai rata.
  5. Bungkus adonan tadi dengan daun coklat, jangan lupa untuk menutup bungkusan. Kalau kami biasanya menutupbungkusan ini dengan lidi yang sudah dipotong-potong. Kita juga bisa menggunakan jasa steples untuk menutupnya.
  6. Kukus bungkusan dengan api sedang selama 30 menit. Usahakan tumpukan tidak terlalu tinggi agar bungkusan bundar sempurna dan terlihat cantik.
  7. Sajikan selagi hangat. Lebih nikmat kalau ditemani teh hangat, behh…….suer deh enak.

Nah itu resep Lepat Labu khas Desa Sosokan Taba Bengkulu. Kalau cerita resep warisan keluarga kalian bagaimana?

***

Resep Warisan Keluarga dari Desa Sosokan Taba Bengkulu, merupakan post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Susi Pudjiastuti yang ditulis oleh Zefy Arlinda.

Zefy Arlinda adalah emak blogger, pengelola blog http://www.zarlinda.com

Silakan berkunjung ke blognya untuk membaca cerita-cerita lainnya.