Hai, Mak. Saya mau bahas tentang satu niche blog lagi nih. Yakin deh banyak nih yang nulis topik seputar ini, apalagi Emak-Emak Blogger. Topik atau niche apakah itu? Yes, parenting blog!

Siapa nih yang suka bahas-bahas parenting di blog? Hayuk, absen!

Memang, dunia parenting emang dekat sekali dengan kita-kita yang sudah emak-emak ini ya. Tapi, hmm, adakah member KEB yang bukan atau belum emak-emak tapi suka nulis tentang parenting? Ada? Coba absen juga! 😀

Sejauh eh sependek pengalaman dan pengamatan saya, memang banyak sekali dari kita yang berangkat ngeblog karena pengin cerita tentang anak-anak, yes?

Dan, tahu nggak sih, Mak. Bahwa niche atau topik parenting ini merupakan salah satu topik niche terpopuler di dunia blog lo. Nggak cuma di Indonesia, tapi juga di dunia!

Makanya niche ini tuh bagus banget kalau bisa dikerjakan dengan serius, Mak. Sayang aja kalau kita nulis topik parenting tapi nggak dimaksimalkan. Terus, gimana cara memaksimalkan tulisan kita dalam topik atau niche parenting blog? Nah, ini nih yang mau kita bahas sekarang. Simak terus sampai selesai ya, Mak!

 

5 Trik Membangun dan Memgembangkan Parenting Blog

1. Tentukan gaya

Nah, ini sih sebenarnya mau memulai topik atau niche apa pun, justru jadi hal pertama yang mesti dipikirkan. Yaitu, mau menulis yang kayak apa?

Cara kita menulis bisa jadi sesuatu yang akan membuat kita unik. Dan, gaya ini tuh bukannya nggak bisa kita buat atau tentukan, Mak.

Jadi, mau nulis yang kayak apa? Yang rame dan penuh humor, atau lebih ke arah refleksi dan perenungan? Story telling? Yang bernas dan padat? Tuh, banyak kan, gaya yang bisa dipilih.

Jadi, sok, ditentukan mau kayak gimana.

 

2. Pastikan ada yang berbeda

Parenting adalah topik yang populer. Kepopuleran topik ini bisa berarti 2 hal: kita bisa ikut eksis by riding the stream, atau kita akan tenggelam karena kita tuh nggak ada bedanya dengan yang lain.

Nah, kalau soal kita bisa ikutan eksis karena “mengikuti arus”, ya itu bagus. Tapi risikonya juga besar, karena bakalan susah untuk stand out kalau kita nggak punya sesuatu yang berbeda.

Misalnya nih, mau bahas toilet training. Sebelum mulai menulis, cobalah untuk membaca-baca artikel yang sudah ada dengan topik yang sama di blog lain. Nah, akan lebih baik kalau kita bisa menemukan “celah” yang bisa membuat artikel kita nantinya lebih unggul dibanding dengan yang sudah ada.

 

3. Riset tetap perlu

Meski mungkin yang mau dibahas adalah pengalaman kita sehari-hari bareng anak-anak, tapi ada baiknya juga kalau kita juga melakukan riset, Mak.

Karena gini, Mak. Yang namanya berinteraksi sama anak itu gampang-gampang susah, yes? Selain hal-hal yang kita alami sendiri, juga ada banyak teori parentingnya.

Nah, riset ini bisa berfungsi sebagai:

  • alat validasi, untuk mengomparasikan apa yang kita alami dengan yang disarankan, misalnya.
  • untuk alat cek dan ricek, apakah banyak juga yang mengalami hal yang sama dengan kita.
  • apakah orang lain ada yang punya pengalaman yang berbeda? Dan pastinya apakah mereka punya solusi yang juga berbeda dengan kita?
  • Hasil riset ini bisa jadi bahan pendukung tulisan kita agar lebih kaya, dan valid tentunya. Pun bisa menjadi bahan rujukan tuh, Mak. Apalagi kalau berhubungan dengan bahasan yang agak sensitif dan, misalnya, berhubungan dengan kesehatan, baik fisik ataupun psikis. Misalnya bahas mendampingi anak depresi. Semisal memang kita ada pengalaman langsung, dan juga sudah berinteraksi langsung dengan “yang berwajib”, tapi ada baiknya juga kita riset kasus yang lain. Untuk mendapatkan komparasi dan rujukan.

 

4. Hati-hati dalam berargumen

Dalam satu dan lain hal, topik parenting bisa sangat sensitif. Hal ini karena pada faktanya, orang tua yang satu dengan yang lain bisa punya idealisme dan cara mendidik anak yang berbeda-beda. Maka, sebaiknya sih kita berusaha untuk berhati-hati saat berargumen ya, Mak. Jangan sampai kita menyudutkan cara pandang atau cara mendidik orang tua lain.

Tetaplah untuk open-minded dan tidak menghakimi cara mendidik orang tua yang lain. Bagaimanapun, masing-masing pasti punya pertimbangan dan pilihan kan ya? Dan kita sendiri, tak pernah tahu kondisi orang lain sebenarnya seperti apa.

Jadi, tetaplah hargai perbedaan pandangan dan pilihan.

 

5. Jalin networking

Networking ini bisa dengan beberapa jalan nih, Mak. Yaitu:

  • Networking dengan membuat tulisan yang memancing pembaca untuk komen. Nah, di sini kalau kita bisa membangun obrolan via komen, ini berarti kita sudah jalin networking nih. Engaging content!
  • Networking dengan sesama parenting blogger: ini bisa dilakukan dengan blogwalking, atau hadir di acara-acara yg melibatkan para parenting blogger.

 

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun dan mengembangkan parenting blog kita, Mak.

Yuk yuuuuk~ Yang punya pengalaman membangun dan mengembangkan parenting blog, sharing dong. Biasanya, kesulitan yang paling sering dihadapi saat menulis artikel parenting apa sih, Mak? Atau, ada yang punya blog parenting favorit, yang sering dikunjungi barangkali? Boleh ditulis di kolom komen ya!

Semoga sharing saya hari ini bermanfaat.