So, karena kemarin kita sudah ngobrolin beberapa cara monetasi blog, sekarang kita akan lanjut ke apa nih yang mesti kita persiapkan untuk memonetasi blog. Karena supaya monetasi blognya sukses dalam jangka panjang, kita harus melakukan beberapa persiapan, Mak.

Apa saja persiapannya? Nah, coba kita lihat satu per satu ya!

Persiapan untuk Memonetasi Blog

1. Konten

Well, kalau nggak ada konten, ya mau ngeblog apa? Iya kan?

Nah, bagaimanapun, kita mesti menerima bahwa ngeblog sekarang memang berbeda dengan zaman dulu. Lebih berkembang. Jadi, kalau mau memonetasi blog tapi masih terjebak dengan gaya ngeblog lama sepertinya akan agak susah. Ngeblog zaman now ini lebih banyak lawannya, Mak. Jadi kita memang perlu bekerja lebih keras kalau memang mau memonetasi blog.

Jadi, ini ada beberapa tip dari saya terkait konten untuk memonetasi blog.

  • Kita mesti stand out di antara yang lain. Ini nanti efeknya akan banyak, Mak. Dengan menjadi standout, kita akan menjadi unik. Dengan demikian, akan mudah diingat orang. Kalau katanya sih begini: If you can be the best, great. If not, be different. Do your best to stand out by being creative and unique. Jadi, segera temukan hal2 yg bisa membedakan diri kita di antara bloger lain, Mak. Jangan mau jadi sama dengan yg lain. Kalau sama aja, ya gimana bakal diingat, baik oleh pembaca maupun orang yang ingin ajak kita kerja sama kan?
  • Add value, atau nilai tambah dalam konten kita. Singkatnya: konten harus berfaedah. Mengapa harus berfaedah? Gampang saja, kalau pembaca nggak menemukan sesuatu yang berfaedah buat mereka, ya buat apa mereka baca blog kita? Cari saja deh, ke tempat lain. Banyak media yang lain kok. Tapi bukan berarti kita nggak boleh sama sekali nulis bebas free writing gitu ya, Mak. Boleh kok, boleh. Tapi pastikan artikel yang punya faedah buat pembaca lebih banyak. Tentunya ini kalau kita pengin sukses monetasinya ya–di jenis monetasi mana pun.

 

2. Desain blog

Nah, namanya blog memang perkara selera, kalau sudah ngomongin desain ya, Mak. Namun, kalau mau monetasi blog ya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Kenapa?

Karena kalau kita mau monetasi, berarti kita sudah nggak bisa cuma memikirkan kesenangan diri sendiri doang. Kita mesti “serve” orang lain yang jadi pembaca blog kita. Jadi, kitalah yang harus menyesuaikan dengan mereka.

Kita mesti tahu nih, blog seperti apa yang paling nyaman buat pengunjung, sehingga mereka tuh mau berlama-lama di blog, dan baca-baca semua artikel kita. Terus, semoga mereka mau ngeklik afiliasi, text ad, banner, atau apa pun itu yang ada di blog kita.

Nah, jadi mari kita lihat apa yang perlu diperhatikan dalam pemilihan desain template blog. Sekilas saja deh.

  • Keep it clean and simple. Karena dengan kesan clean dan simpel, pembaca akan lebih fokus ke konten (dan iklan kita)
  • Rapikan menu, kategori, dan laman-laman yang penting. Navigasi harus rapi pokoknya.
  • Perhatikan sidebar. Jangan terlalu crowded juga. Lebih baik lepas sajalah widget/gadget yang kurang penting. Ini nanti juga erat kaitannya dengan kecepatan loading blog.

Ohiya, terkait sidebar nih. Suka kepikiran nggak, Mak, apa saja sih yang perlu ada di sidebar itu? Nah, saya akan kasih beberapa clue sekalian deh ya.

Yang TIDAK perlu dipasang di sidebar adalah:

  • Kalau di menubar atas sudah ada kategori, maka label/tag/kategori tak perlu lagi dimunculkan di sidebar.
  • Postingan terbaru, ini juga ada bloger senior yang menyarankan nggak perlu ada, karena kan pengunjung langsung bisa lihat di beranda, postingan terbarunya

Yang PERLU ada di sidebar:

  • Popular posts, meski katanya ini juga bisa jadi senjata makan tuan terkait SEO 😀
  • About Me singkat
  • Link akun media sosial untuk difollow
  • Subscribe option

 

Berbagai Cara Memonetasi Blog, Mau Coba yang Mana?

3. Halaman yang perlu ditambahkan

Untuk siap memonetasi blog, kita ada beberapa laman yang perlu ditambahkan sebagai pendukung, yaitu:

  • Laman About Me. Pastikan untuk nggak melakukan beberapa kesalahan saat membuat About Me ini ya. Saya pernah bahas di blog 🙂 Silakan diintip jika ada waktu.
  • Contact Me – untuk memudahkan siapa saja (terutama calon klien) untuk menghubungi: Email, akun media sosial, atau kontak yang lain.
  • Privacy Policy dan disclaimer, misalnya menyatakan bahwa blog Emak dimonetisasi, dan beberapa artikel sponsor. Namun, semuanya ditulis tetap dengan objektif. Coba gugling lebih lanjut untuk contohnya ya.
  • Portofolio atau media kit. Nah, ini juga perlu ada, meski optional ya, Mak. Kumpulkan deh kalau sudah ada, brand mana saja yang sudah bekerja sma dengan kita, misalnya. Mau pasang rate card sekalian juga boleh. Coba gugling juga utk lihat contoh.

 

4. Media sosial

Well, sekarang sih blog sih sepaket dengan media sosial ya, Mak. Nggak bisa enggak punya akun media sosial, sekarang ma. Jadi, pastikan Emaks juga didukung oleh media sosial lain, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain, yang sekiranya bisa mendukung aktivitas ngeblog.

Kalaupun kita nggak memonetisasi blog secara langsung, tapi media sosial akan bisa jadi “staf marketing” promosi blog kita yang cukup efektif.

Nah, soal media sosial dalam rangka siap memonetasi blog ini, saya ada beberapa tip nih:

  • Pastikan Emak menggunakan user ID yang sama dengan domain blog, atau setidaknya ada hubungannya. Ini erat kaitannya dengan penjenamaan alias branding.
  • Kalau bisa, klaim semua akun media sosial dengan nama yang sama. Jangan sampai misalnya kita pakai brand Emak Blogger, terus di satu media sosial, ada nama Emak Blogger yang bukan milik kita 😀
  • Tapi kita nggak perlu aktif di semua akun media sosial juga kok. Seiring waktu, kita akan tahu di mana letak kekuatan kita. Selanjutnya, kita bisa fokus aja di media sosial yang paling rame.

 

5. Siapkan support

Nah, kalau 4 hal di atas sudah oke, jangan lupa untuk menyiapkan support. Misalnya saja, install Google Analytics-nya. Belajar fotografi lagi yang bagus, belajar meningkatkan kualitas, dan seterusnya.

Dan juga, siapkan semangat ya, Mak! Meski kita memonetasi blog, tapi kita tetap harus mencintai kegiatan ngeblog itu sendiri. Soalnya kalau kita saja nggak cinta ngeblog, ya bakalan susah juga.

Karena memonetasi blog itu bukan perkara mudah. Butuh kerja keras dan waktu yang lumayan lama untuk bisa sukses, plus sedikit keberuntungan. Kalau nggak cinta kegiatan ngeblognya, saat monetasinya kurang berhasil ya pasti akan berhenti deh. Menyerah.

 

Nah, gitu deh beberapa tahap yg harus kita lakukan agar siap memonetasii blog. Ada yang mau nambahin? Boleh langsung tulis di kolom komentar ya.

Semoga bermanfaat, Mak!