ditulis oleh Mutia Erlisa Karamoywww.elisakaramoy.com

**

Beragam perangkat digital kini sudah bukan barang baru lagi untuk anak-anak, karena hampir semua anak yang lahir di era sekarang sudah mahir menggunakan beragam perangkat digital.  Tidak heran jika kemudian timbul istilah Digital Native dan Digital Immigrant, di mana Digital Native dipakai untuk mengistilahkan masyarakat yang lahir di era digital, yaitu era anak-anak kita. Sedangkan Digital Immigrant rasanya lebih cocok untuk mengistilahkan orang-orang tua yang menghabiskan masa kecil hingga dewasa tanpa sentuhan perangkat digital, tapi masih memiliki kesempatan untuk mencicipi mudahnya menjalani hidup di era digital, seperti saya.

Tapi maks, sebenarnya bukan hal tersebut yang ingin saya bahas, karena pastinya berbagai tips parenting untuk mengamankan anak dari kemungkinan terpapar pengaruh negatif dunia digital sudah sering diakses oleh orangtua terutama emak-emak seperti kita, ya kan maks! Tapi ada satu hal yang cukup menarik untuk saya, yaitu aktivitas orangtua untuk bersih-bersih atau bahkan menghapus jejak-jejak di belantara rimba digital.

Sekilas nampaknya aktivitas tersebut sepele, tapi sebenarnya sangat penting terutama untuk saya yang sering berbagi perangkat digital dengan anak-anak.  Tahu sendiri kan, Maks, meskipun sebagian besar alasan anak-anak meminjam untuk bermain game tapi tidak menutup kemungkinan anak-anak juga ikutan mengakses aplikasi lain yang tersimpan di perangkat digital kita. Pendek kata, jangan sampai anak-anak tercemar atau terpapar pengaruh negatif justru bersumber dari perangkat yang kita miliki. Selain itu maks, rekam jejak digital kita akan tersimpan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan atau tidak terbatas, sehingga anak-anak kita dengan mudah bisa mengakses rekam jejak tersebut di masa mendatang.

Karenanya bagi saya, menghapus jejak digital yang sudah tidak relevan lagi itu sangat penting dan sesekali saya meluangkan waktu untuk melakukan langkah berikut:

Melihat kembali apa saja yang sudah saya posting di berbagai aplikasi digital

Langkah ini sesungguhnya cukup mudah lho maks! Hanya dengan mengetikkan kata kunci nama kita atau nama yang sering kita gunakan untuk mengakses dunia digital melalui mesin pencari atau search engine seperti Google. Dalam sekejap, di halaman hasil pencarian akan terlihat apa saja dan di mana saja kita pernah membuat jejak, baik tulisan, komentar, pertanyaan, dan sebagainya. Jika memungkinkan dan dirasa tidak ada manfaatnya, ada baiknya segera dihapus. Saya mempunyai pengalaman saat complain di salah satu situs ecommerce, ternyata juga muncul di hasil pencarian, padahal sudah lama dan saya sendiri bahkan sudah lupa.

Cek kembali setingan pribadi di berbagai akun media sosial atau aplikasi digital lainnya

Mungkin saat kita asyik bersosmed ria saat ini, anak-anak masih kecil tapi tidak dalam waktu lima atau sepuluh tahun kedepan di mana anak-anak akan tumbuh besar dan menjadi bagian dari masyarakat media sosial seperti kita.  Apa saja yang pernah kita posting, tulis, komentari, share, atau dishare ke kita dari akun lain juga akan di baca oleh anak-anak kita hanya dengan mengklik nama akun kita, karenanya berhati-hatilah setidaknya demi masa depan dunia digital anak-anak kelak.

Update secara berkala dan gunakan password yang kuat untuk melindungi akun digital

Kemajuan dunia digital memang memberikan banyak manfaat positif untuk hidup kita. Tapi, sisi negatif tetap ada, karena banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang akan meretas akun digital kita untuk perbuatan jahat. Segera lakukan pengamanan berlapis untuk menghindari hal tersebut, dan gunakan fitur yang saat ini sudah disediakan beragam aplikasi digital untuk mengamankan password kita agar tidak mudah di akses orang lain, termasuk anak-anak kita sendiri.

Selain poin di atas, sesungguhnya masih banyak langkah yang bisa kita lakukan untuk mulai melakukan aktivitas bersih-bersih jejak digital.  Tapi pada akhirnya kembali kepada diri kita sendiri ya maks, pentingkah menghapus jejak digital karena setiap individu pastinya memiliki pemikiran dan pertimbangan yang berbeda.