Nah, kemarin saya sudah sharing how to start a travel blog from scratch. Kali ini, saya masih mau share tentang membangun sebuah niche blog nih, yaitu craft blog. Hehehe. Siapa nih yang hobinya crafting?

Ciyeee … banyak yang ngacung.

Memang sih, hobi crafting ini banyak digemari emak-emak ya. Dan, faktanya, Mak, craft blog ini merupakan salah satu niche blog yang cukup populer.

Bagi Emak–atau siapa pun–yang pengin mencoba mendalami niche blog satu ini, kuy, merapats! Karena saya mau kasih sedikit tip buat memulai dan mengembangkan craft blog.

Oke, ini dia beberapa hal yang bisa dilakukan jika pengin memulai dan mengembangkan blog berniche craft.

 

5 Tip Memulai dan Membangun Craft Blog

 

5 Tip Membangun Craft Blog from Scratch

1. Pilih nama blog

Nah, tentu saja hal ini yang pertama harus kita lakukan ya. Nama blog ini nanti juga akan jadi URL, jadi pilihlah dengan saksama.

Sebuah nama blog harus memenuhi persyaratan berikut:

  • unik
  • cukup singkat dan simpel
  • mudah diingat

Nah, persyaratan ini memang harus diterapkan di setiap nama blog, termasuk kalau pengin membuat blog berniche craft. So, lakukan riset, untuk memilih nama apa saja yang sudah masuk ke kategori overused, dan mana yang terlihat unik dan mudah diingat.

Susah-susah gampang memang ini ya?

 

2. Pilih platform yang sesuai

Bisa pilih WordPress ataupun Blogspot, karena sepertinya 2 platform itulah yang paling familier di kalangan blogger Indonesia ya. Atau mau pakai Tumblr? Boleh juga.

Masing-masing punya plus dan minus, jadi silakan disesuaikan dengan kebutuhan.

 

3. Be a regular blogger

Artinya begini. Craft blog itu agak berbeda dengan niche blog yang lain. Crafting itu kan aktivitas yang membutuhkan proses. Untuk karya tertentu tuh butuh waktu nggak cuma sehari dua hari. Nah, makanya mesti ada jadwal tertentu, supaya kita bisa update blog dengan teratur.

Tahu kan yah, kalau Google suka dengan keteraturan? Emang OCD bener dah itu Google yak? 😆 Sukanya ya web yang rapi, clean, termasuk teratur updatenya. Yes? Yes!

So, mungkin kita akan memerlukan content calendar untuk merencanakan update blog kita yang berniche crafting itu. Supaya apa? Ya, supaya bisa teratur updatenya.

5 Tip Membangun Craft Blog from Scratch

Nih, salah satu contoh content calendar yang super simpel. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya, kolom2nya. Mau per minggu atau per bulan, atau sekalian per tahun, juga bisa. Diisi juga sesuai dengan kebutuhan.

Terus, diisi apa aja tuh? Nah, kita ke poin ke-4 ya

 

4. Tentukan jenis konten

Siapa bilang blog berniche craft itu cuma bisa buat pamer karya dan tutorial doang? Banyak jenis konten yang bisa dibuat di sebuah craft blog lo!

Berikut beberapa contoh beberapa jenis konten untuk bisa diposting di sebuah craft blog:

  • Tutorial (jelas dan wajib)
  • Work in progress, belum ada barang jadi yang bisa dipamerkan? Bisa kok “pamer” progress-nya.
  • Inspirasi, semacam roundup ide-ide crafting dari berbagai sumber.
  • Personal/behind the scenes, misalnya cerita-cerita di balik hasil karya.
    Polling/seeking feedback, misalnya polling enaknya next bikin tas warna apa nih? Mintalah pembaca untuk menjawab di komen
  • Reviews, yang ini nggak selalu berarti sponsored post lo ya. Bisa jadi kita bahas jenis jarum rajut, misalnya. Atau macam-macam lem, dan lain-lain.
  • Craft events. Nah, kalau ada pameran-pameran kerajinan, misalnya. Coba sempatkan datang, lalu ceritakan di blog.
    Share resources, misalnya roundup website-website buat belajar merajut. Atau akun-akun Instagram DIY yg keren bat untuk difollow, dan sebagainya.
  • Giveaways/freebies. Nah, ini juga pasti banyak yang demen yah 😀

See? Banyak kan yang bisa ditulis untuk sebuah blog berniche? Iya, itu baru berapa tuh? Masih banyak yang lain. Jadi, jangan khawatir kehabisan ide kalau sudah berniche mah~ Mitos aja ituh 😀

 

5. Selanjutnya nih, investasi untuk konten visualnya

Karena craft blog itu mostly adalah tentang “pamer” karya dan juga bikin tutorial, maka konten visual memegang peranan yang penting.

Well, perlu diingat ya, Mak. Bahwa investasi ini tak selalu berarti punya kamera yang mevvah, atau hp canggih (meskipun kalau emang punya ya bagus juga) 😆 Investasi ini berarti belajar bagaimana memotret yang baik, meningkatkan skill fotografi, investasi waktu buat latihan juga, dan lain sebagainya.

Nah, itu dia beberapa langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu kalau mau memulai blog berniche craft. Selanjutnya sih, terserah kita deh, mau dikembangkan seperti apa. Yang pasti, memang mesti konsisten ya 😉

Yang mau nambahin tip memulai craft blog, atau yang mau diskusi lagi, boleh lo! Silakan langsung gabung di kolom komen ya!

Semoga sharingnya (masih tetap) bermanfaat ya, Mak! :mrgreen: