Hai, Emaks. Apa kabar?

Gimana nih kegiatan menulisnya? Kegiatan bloggingnya? Sudah tambah ngehits pasti ya, apalagi kalau sudah bergabung bareng Kumpulan Emak Blogger nih. Banyak ilmu, banyak sharing yang didapat dan dipelajari ya.

Nah, supaya makin oqhe, saya mau kasih checklist nih, apa saja yang bisa Emaks lakukan saat membuat (saya menggunakan kata ‘membuat’ alih-alih menulis, karena makin ke sini, ngeblog itu nggak sekadar nulis doang. Betul?) blogpost supaya lebih catchy, enak dibaca, interaktif dan menarik untuk dishare, sekaligus SEO friendly. Wihh, asyik!

 

Ada 10 hal, Maks, yang harus kita lakukan untuk bisa menghasilkan artikel yang lezat, selezat masakan Emaks semua 😀

1. Generate the idea

Emaks, sesederhana apa pun ide, ide tetaplah ide. Meski ide awal adalah sekadar sharing pengalaman Emaks sehari-hari, pastikan untuk selalu memberikan insight atau menyisipkan hikmah pada tulisan Emaks. Berikan manfaat pada pembaca blog Emaks.

Kenapa harus memberikan manfaat pada pembaca? Karena biasanya, artikel yang memberikan manfaat dan insight itu menarik pembaca, Maks. Menarik mereka untuk membacanya sampai habis, menarik untuk dikomenin, menarik juga untuk dishare supaya yang lain juga ikut merasakan manfaatnya.

Ide kadang sama satu sama lain ya. Tapi cara memrosesnya yang berbeda, dan pasti akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Nah, pastikan ide Emaks unik, supaya ‘kelihatan’ di antara artikel lain yang sejenis.

2. Kembangkan judul

Saya sendiri kadang ya, Maks, nulis artikelnya sejam, mikirin judulnya seharian. Hihihi. Ada yang mengalami problem yang sama? Sini, Mak, toss dulu 😀

Nggak salah, Maks, kalau kita riweuh banget mikirin judul. Malah itu harus. Judul itu merupakan bagian terpenting dalam sebuah tulisan. Ibaratnya, itu nama. Jadi doa. Doa biar pada dibaca. Betul, Maks?

Saya bisa sampai ngelist 25 judul sebelum kemudian memutuskan memakai salah satunya. Ya, nggak semua sampai segitu sih. Itu yang paling parah. Tapi ya makin ke sini, saya rasanya makin peka untuk bikin judul. So, ayo, latihan terus ya.

Yang jangan sampai lupa, apakah keyword artikel Emaks sekalian sudah ada di judul? Kalau belum, ayo, Maks, tambahkan keyword-nya.

3. Opening artikel

Sama kayak judul, biasanya kalimat pertama dalam artikel itu penting banget. Kalimat (atau paragraf) pertama akan menentukan apakah pembaca artikel Emaks mau meneruskan membaca artikel tersebut sampai habis ataukah mereka memilih untuk bhay saja.

Jadi, pilih opening dengan hati-hati, Maks. Kadang saya menemui hal yang sebaliknya. Openingnya bisa sampai ke mana-mana, eh inti artikelnya malah singkat banget dan sama sekali nggak dalam. Banyak pertanyaan muncul saat membaca inti artikelnya, yang malah nggak dibahas oleh penulis. Pada akhirnya, yang kayak gini ini malah menyisakan kejengkelan. At least, buat saya sih. Hahaha. Rasanya, kentang gitu 😆

Opening haruslah tajam, mengikat, dan jangan terlalu panjang. Inti artikel harus detail dan mendalam. Tentang opening ini saya pernah bahas di blog, Maks. Silakan kalau mau ngintip di sebelah sini ya.

4. Outline / kerangka berpikir

Nah, karena inti artikel harus detail dan mendalam, maka di sinilah kita perlukan outline atau kerangka berpikir. Meski nantinya hasil tulisan Emaks semua berupa artikel organik yang bersifat storytelling, outline (buat saya) is a must.

Apa sih fungsinya outline?

  • Membantu kita menulis secara runut dan urut
  • Struktur tulisan lebih rapi
  • Bahasan nggak OOT dan mbleber ke mana-mana
  • Kalau sewaktu-waktu ditinggal padahal belum selesai, kita bisa dengan mudah melanjutkannya kembali.

5. Lakukan riset

Meski Emaks menulis hal-hal pribadi sesuai pengalaman pribadi pula, tetap saja, Maks, Emaks membutuhkan riset untuk mendukungnya. Cari artikel dengan topik yang sejenis. Sesepele apa pun topiknya (mungkin ini menurut Emaks), kita harus mencari komparasi atau perbandingan artikel lain yang pernah ada. Baca artikel-artikel tersebut, cari kekurangannya.

Nah, Emaks bisa melengkapinya di artikel yang Emaks tulis. Hal ini akan memberikan nilai tambah tersendiri dalam artikel Emaks.

6. Cek jumlah kata

Untuk bisa terindeks dengan cepat oleh Google, setidaknya artikel Emaks minimal harus sepanjang 700 kata. 1.000 kata itu lebih bagus. Mau viral? Konon, menurut situs Hubspot.com, artikel viral rata-rata panjangnya 2.000 kata.

Banyak amat?!

Karena logikanya, Maks, artikel yang panjang itu bahasannya akan lebih mendalam ketimbang artikel yang hanya 300 kata, misalnya. Bener nggak tuh?

Tapi, juga jangan jadikan jumlah kata ini sebagai beban besar, Maks. Intinya begini, 2.000 kata itu akan bagus, jika memang Emaks bisa fokus dengan topik bahasannya. Kalau enggak? Ya, mendingan 1.000 kata aja dulu, tapi fokus nggak bahas ke mana-mana. Belum bisa bikin tembus 1.000 kata? Nggak apa, bikin 500 kata dulu, tapi kata-katanya nggak boros dan efektif.

Nanti, seiring waktu, kalau Emaks rajin nulis, pasti bisa lebih panjang dan lebih panjang lagi.

7. Tambahkan konten bonus

Ngeblog memang soal menulis. Kalau nggak suka nulis, boong banget ngeblognya awet. Sepakat, Maks?

Sudah tulisan bagus, masih ada bonus konten lain lagi. Wah, tambah bagus dong ya. Apa sih konten bonus di sini? Ya itu, Maks, infografis, video, podcast, komik, meme, dan sebangsanya.

Konten bonus ini kadang bisa bikin bonus share juga buat kita. So, ayo, belajar memperkaya konten, Maks. Pertama tambahin blog title image yang bagus, lalu kasih infografis. Dan seterusnya.

8. Jangan biarkan selesai begitu saja

Setelah artikel ditulis, jangan biarkan selesai begitu aja, Maks. Kasih ruang untuk diskusi. Tanyakan pada pembaca blog, apa pendapat mereka? Apa masukan mereka? Apa mereka punya pengalaman yang sama? Atau berbeda? Minta mereka menuliskannya di kolom komen.

Atau minta mereka untuk menuliskan sharing ala mereka di blog masing-masing. Nanti terus di-round up di blog Emaks. Banyak deh cara untuk engagement ini.

Silakan, Emaks pasti bisa lebih kreatif.

9. Buat blog title image yang menarik

80% orang akan lebih tertarik pada sesuatu yang bisa dilihatnya secara visual ketimbang yang tidak bisa dilihat secara visual. Secara sekilas, mata orang akan scanning apa yang dilihatnya. Nah, yang mencolok pastinya akan menarik matanya secara otomatis untuk menatap lebih lama. Lalu, kalau dia membaca judul, dia akan tertarik dan penasaran. Selanjutnya bisa ditebak deh gimana.

Eh, saya pernah nulis tools yang bisa bantu Emaks bikin blog title image yang bagus di web KEB ini lho. Sudah baca belum? Ada di sini nih.

10. Publish di saat ramai

Nah, kalau semua sudah lengkap, publish-lah di saat yang ramai, Maks. Untuk itu, Emaks perlu observasi masing-masing nih media sosial Emaks. Kira-kira peak time-nya di jam berapa di hari apa.

Kalau saya, biasanya yang ramai itu adalah di hari Senin atau Jumat dan Sabtu, dan pagi sekitar pukul 08.00 – 10.00. Makanya saya sering share di waktu-waktu tersebut.

Setiap orang punya peak time berbeda-beda. Yang bisa tahu ya Emaks sendiri. Jadi silakan mulai observasi ya. Coba dilihat, kapan blog Emaks paling banyak dikunjungi, pukul berapa share Emaks di Facebook mendapatkan jempol dan seterusnya. Emaks juga bisa memanfaatkan Google Analytics untuk bisa tahu peak time ini.

 

Nah, Emaks, semoga checklist di atas bisa bermanfaat ya. Silakan jika ada hal yang mau ditambahkan, Maks. Tulis saja di kolom komen ya!

Selamat menulis!

 

Ditulis oleh Carolina Ratri.
Untuk web Kumpulan Emak Blogger